Menaikan Nilai Keuntungan Dagangan Ala Rasulullah

- 23 November 2020, 09:22 WIB
Penjual Pasar tradisional belum mengerti pasar digital /nazmi job

 

GALAMEDIA - Pada saat ini tren bisnis semakin berkembang, semakin banyak orang-orang yang tertarik dalam dunia bisnis terlebih dalam masa pandemi ini menuntut orang-orang untuk lebih kreatif dalam menambah penghasilan. Sukses dalam berbisnis tentu merupakan impian semua orang.  Dalam berbisnis kita dapat menemukan role model, seperti Rasulullah saw. Bagaimana cara teknik rasulullah dalam berbisnis.

Selama ini banyak yang memahami bisnis adalah bisnis yang tujuan utamanya ialah meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya.  hukum ekonomi klasik modal kecil untung sebanyak banyaknya menjadikan pelaku bisnis melakukan segala cara demi merealisasian teori tersebut. dari mulai memalsuan kualitas barang, suap menyuap, penimbunan, pengurangan bahan baku, dan segala jenis bentuk kecurangan lainnya.

Sebagian besar orang-orang berpikir bahwa modal utama berbisnis adalah uang, akan tetapi sejatinya kesuksesan dalam berbisnis modal utamanya adalah moral. Kejujuran, amanah, dan profesional akan mendapatkan kepercayaan yang sangat besar dari konsumen. Dengan adanya kepercayaan dari konsumen maka bisnis yang dilakukan akan berkembang dengan pesat. Hal demikian terbukti dari suksesnya bisnis rasulullah saw pada usia muda.

Baca Juga: Rocky Gerung: Jangan Salahkan Masyarakat Muncul Meme Sarkas yang Mengolok-olok TNI.

Perjalanan bisnis rasulullah dimulai sejak sekitar usia 12 tahun, beliau telah pergi bersama pamannya, Abu Thalib, membawa barang dagangan dari Mekah ke negeri Syam (Suriah). Kegiatannya masuk keluar pasar hampir tidak pernah berhenti sepanjang hidupnya.

Pada usia 17 tahun, beliau tercatat sebagai saudagar mandiri yang bermitra dengan Khadijah, wanita pemilik modal (shahibul mal), tetapi kemudian pada usia 25 beliau memutuskan untuk mempersunting Khadijah sebagai istrinya. Aktivitas bisnis Muhammad sebagai saudagar sukses berlangsung hampir sepanjang hidupnya. Dalam catatan Afzalurrahman dalam bukunya “Muhammad as a Trader”, disebutkan bahwa Muhammad Saw sebagai saudagar telah dikenal luas namanya di berbagai negara, seperti Yaman, Suriah, Yordania, Bahrain, dan Irak. (Rokan, 2013)

Kesuksesan beliau sebagai saudagar ditopang oleh etika yang dewasa ini disebut sebagai key success factor (faktor kunci kesuksesan); yaitu al-shiddiq (benar, jujur), al-amanah (terpercaya, kredibel), at- tabligh (komunikatif, transparan) dan al- fathanah (cerdas, profesional).

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah Grup K-Pop, Klip Epik BLACKPINK DDU-DU DDU-DU Lewati 1,4 Miliar Klik!

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X