Buah Berwarna Kuning Penangkal Radikal Bebas di Masa Pandemi Covid-19

- 20 Januari 2021, 21:46 WIB
Dr. Euis Reni Yuslianti, drg., M.Kes., Dosen Biokimia dan Biomolekular Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi. /Dok Pribadi/

GALAMEDIA - Radikal bebas adalah atom atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbital terluarnya dan bersifat reaktif.

Radikal bebas yang masuk ke tubuh akan mulai merusak sel, protein, enzim dan inti sel yang dapat menyebabkan kerusakan pada tempat tersebut.

Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa risiko penyakit kronis akibat senyawa radikal bebas dapat dikurangi dengan memanfaatkan peran senyawa antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, vitamin A, karoten, asam-asam fenol, polifenol, dan flavonoid.

Baca Juga: Kasus Kerumunan Raffi Ahmad Sudah Masuk Tahap Gelar Perkara, Begini Hasilnya

Mengendalikan dan mengurangi proses pembentukan radikal bebas, baik manusia maupun alam memerlukan antioksidan. Peran antioksidan bagi kesehatan sejak lama diketahui.

Tubuh membutuhkan antioksidan tambahan yang berasal dari luar untuk melawan kerusakan yang ditimbulkan oleh spesies oksigen reaktif karena kondisi saat ini dimana radikal bebas yang berasal dari lingkungan luar seperti asap rokok, polusi, dan obat-obatan sangat banyak.

Penelitian untuk mendapatkan sumber antioksidan yang lebih bermutu terus dilakukan.
Antioksidan di luar tubuh dapat diperoleh secara sintetik dan alami.

Baca Juga: Buru Caleg PDIP Harun Masiku dan Koruptor Lainnya yang Buron, KPK Bentuk Satgas Khusus

Namun antioksidan sintetik dibatasi penggunaannya secara berlebihan karena bersifat karsinogenik. Beberapa antioksidan alami, antara lain karotenoid, vitamin E, vitamin C, polifenol dan selenium.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X