Equality before the law kasus narkoba, akankah tegak untuk si Kaya dan si Papa?

- 16 Juli 2021, 20:18 WIB
Samsul Anwar
Samsul Anwar /


SEJAK Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat, PPKM, darurat diberlakukan pemerintah, setiap hari pemberitaan tentang Covid-19 menjadi headline dan topik utama dalam pemberitaan di media cetak, online dan Televisi.

Informasi terkait rumah sakit hampir kolaps, tenaga kesehatan banyak yang bertumbangan, kelangkaan okisgen dan vaksinasi menjadi bahasan yang menarik.

Publik kemudian dikejutkan pemberitaan terkait penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh pasangan pesohor negeri ini.

Seorang perempuan yang juga artis papan atas Indonesia, Nia Ramadhani (NA) dan suaminya yang pengusaha jaringan media di Indonesia, Ardi Bakrie (AAB). Keduanya terbukti menyalahgunakan narkoba jenis sabu.

Dilansir dari pemberitaan beberapa media mainstream, RA dan AAB menyalahgunakan narkoba jenis sabu. Kejadian bermula ketika Polda Metro Jaya mengamankan inisial ZN dengan barang bukti narkoba jenis sabu. Menurut pengakuannya, RA menyuruhnya membelikan sabu seberat 0.78 gr.

Baca Juga: Presiden Jokowi 'Ngamuk' Hingga Pertanyakan Sense of Crisis Para Menteri di Kabinetnya

Dalam perkembangan penanganan kasusnya, RA dan AAB mengajukan permohonan rehabilitasi kepada penyidik. Penyidik kemudian merekomendasikan mereka untuk dilakukan asesmen di Badan Narkotika Nasional. Hasilnya, tim Asesmen BNN merekomendasikannya untuk direhabilitasi.

Kasus si Papa

Pada sebuah kesempatan melakukan asesmen penyalahgunaan narkoba di sebuah lembaga pemasyarakatan untuk program rehabilitasi di LAPAS, ditemukan kasus-kasus yang mirip. NS (44), seorang satpam hotel melati di Bandung, divonis 5 tahun 4 bulan atas perkara penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Menurut NS, dia dan 3 orang kawannya patungan beli sabu seberat 0,4 gr. NS yang bertugas membeli sabu, yang lainnya menunggu di hotel. Mereka belum sempat nyabu karena keburu diamankan.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X