Kisah Shalahudin Al-Ayyubi, Kitab 'Barzanji' dan Maulid Nabi SAW

- 9 November 2019, 10:29 WIB
Salah satu perayaan Maulid Nabi beberapa waktu lalu

KEGIATAN  Shalahuddin al-Ayyubi dalam memperingati Maulid Nabi kali yang pertama dicatat oleh  sejarah Islam  di tahun 1184 M (580 H). Di antara hal-hal yang dilakukan sebelumnya adalah menyelenggarkan sayembara penulisan riwayat Nabi saw. beserta puji-pujian bagi beliau dengan bahasa indah dan menarik sesuai sastra dan bahasa Arab.  

Seluruh ulama dan sastrawan pun diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Akhirnya, pemenang yang menjadi juara kala itu adalah Syaikh Ja’far Al-Barzanji. Karyanya itu adalah sebuah karya besar bagi umat Islam yang dikenal sebagai kitab “Barzanji”. Kitab tersebut hingga sampai sekarang sering dibaca oleh kaum Muslim di seluruh dunia pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Shalahuddin al-Ayyubi menggunakan momen Maulid Nabi saw.  untuk mengobarkan semangat jihad fi Sabililah.  Waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman dan Inggris. Peristiwa itu dikenang sebagai Perang Salib. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan.

Sultan Salahuddin sebagai penguasa Haramayn (Dua Tanah Suci, Makkah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera mensosialisasikan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai Hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Ternyata Peringatan Maulid Nabi saw. yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Umat Islam kembali meneladani sunnah-sunnah Nabi saw., juga semangat juang beliau dan para sahabatnya melawan kaum kafir. Hal ini membuat semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Sultan Salahuddin berhasil menghim-pun kekuatan. Akhirnya, pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.

Sekilas Tentang Kitab "Barzanji"
Kitab Maulid Al-Barzanji adalah salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Islam. Kandungannya merupakan khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahirannya, pengutusannya menjadi rasul, hijrah, akhlak, peperangan hingga wafatnya.

Dengan bahasa yang sangat puitis, pada bagian awal kitab dilukisahkan peristiwa kelahiran Muhammad SAW ditandai dengan banyaknya peristiwa ajaib seperti angin yang tenang berhembus, binatang-binatang yang tiba-tiba terdiam dan tumbuh-tumbuhan yang merundukkan daun-daunnya sebagai tanda penghormatan atas kehadirannya.

Dikisahkan pula bahwa Muhammad terlahirkan dengan bersujud kepada Allah dan pada saat yang bersamaan istana-istana para durjana tergoncang. Istana Raja Kisra retak, empat belas berandanya sampai terjatuh ke tanah. Demikian juga api sesembahan raja Persia yang tak pernah padam selama ribuat tahun, tiba-tiba padam saat terlahir Sang Nabi.

Di bawah ini adalah sebagian kecil kutipan syair dalam Al-Barzanji. Kutipan syair ini dibaca sambil beranjak berdiri seperti seakan-akan kita menyambut kedatangan seorang tamu. Ya, tamu itu adalah Sang Rasul Muhammad SAW.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Adakah Inflasi dalam Islam?

7 Juli 2020, 14:27 WIB

Menjadi Produktif di Masa Pademi

5 Juli 2020, 16:02 WIB

Solusi Sistematis LGBT

3 Juli 2020, 09:46 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X