Kewirausahaan Sosial, Ta'awun dalam Berbisnis?

- 4 Februari 2020, 05:48 WIB
ilustrasi /dok

KEMAJUAN pembangunan ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Dewasa ini semakin banyak upaya-upaya untuk mengatasi permasalahan sosial dan permasalahan ekonomi. Kegiatan yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah sosial memang merupakan aktivitas yang sudah lama bertumbuh kembang.

Berbagai organisasi didirikan untuk menampung secara efektif dan efisien kegiatan tersebut, diantaranya mengadopsi ilmu manajemen sosial yang dikembangkan oleh dunia bisnis. Bentuk organisasi sosial yang seiring kita temui di indonesia adalah Organisasi Masyarakat (Ormas). Persatuan Islam (Persis), Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah adalah salah satu ormas keislaman yang disamping sebagai organisasi agama, berfungsi juga sebagai organisasi sosial.

Peran serta ketiga Ormas Keislaman tersebut memiliki corak yang khas dan berbedadalam mengsinspirasi sosial umat binaannya. Kaidah manajemen organisasi soisal tidak berbeda dari manajemen organisasi bisnis, kecuali pada visi dan misinya yaitu bercirikan kepentingan sosial. Kewirausahaan sosial merupakan suatu konsep yang dapat menyelesaikan masalah sosial dengan pendekatan bisnis.

Bagaiamanakah bentuk kewirausahaan sosial? Kewirausahaan sosial yang ideal dan terarah serta berkelanjutan bisa dilakukan melalui kegiatan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan wirausahaan sosial dari kalangan pebisnis.

Sebagai pebisnis, kita merupakan agen of change yang dapat memberikan perubahan sosial ekonomi dengan memberikan peluang baru bagi masyarakat. Fenomena kewirausahaan sosial mulai tumbuh dengan cepat seiring dengan berjalannya upaya penyelesaian berbagai masalah sosial, seperti perbaikan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Dalam kewirausahaan sosial seorang sociopreneur memperdayakan sumber daya manusia di lingkungan sekitar dengan memanfaatkan para pengangguran, penyandang diasabilitas, dan juga masyarakat sekitar yang pada dasarnya memiliki potensi pada bidangnya  masing-masing. Salah satu value yang terdapat dalam kewirausahaan sosial adalah economic activity dimana kewirausahaan sosial dapat menjadi proses transformasi bagi sebuah lingkungan masyarakat sebagai solusi perubahan keadaan ekonomi seperti mengentaskan kemiskinan, mengembangkan potensi sumber daya manusia, dan juga memperbaiki keadaan lingkungan.  


Sebagai seorang muslim kita harus saling tolong menolong dalam kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadist riwayat Bukhari yang mengatakan “Barang siapa yang mementingkan keadaan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari  kiamat..”

Rasulullah mengajarkan kita agar saling tolong menolong atau ta’awun merupakan  kebutuhan hidup manusia yang tidak dapat dipungkiri. Kenyataan telah membuktikan, bahwa suatu pekerjaan atau apa saja yang membutuhkan pihak lain, pasti tidak akan dapat dilakukan secara sendirian meskipun dia seorang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang hal itu.

Menolong orang lain bukan hanya dengan sekedar memberi harta kepada mereka melainkan juga dengan cara mengembangkan potensi apa yang mereka miliki. Sehingga mereka dapat bermanfaat juga untuk orang lain.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Beda Pendapat

23 Juli 2020, 13:56 WIB

Menyiasati Sengketa Antar Notaris

15 Juli 2020, 19:50 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X