Cegah DBD Sebelum Terlambat

- 20 Maret 2020, 10:29 WIB
Penulis /ist

PENYAKIT dengue shock syndrome atau DBD nyaris kalah populer dibanding Virus Corona. Akibatnya, masyarakat merasa tidak perlu melakukan antisipasi mencegah terjangkitnya penyakit tersebut. Padahal ia selalu datang secara berkala di setiap pergantian cuaca, dari musim penghujan ke musim kemarau.

Di sejumlah wilayah di tanah air, penderita DBD bermunculan. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon pada awal tahun ini mencatat adanya peningkatan kasus penderita DBD dibandingkan sebelumnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSD Gunung Jati Cirebon Zulfikar memaparkan, pada Januari 2020 sebanyak 26 pasien DBD ditangani RSD Gunung Jati. Jumlahnya meningkat dibandingkan Januari 2019 silam, yakni 6 pasien yang dirawat.

Rata-rata pasien terjangkit DBD yang dirawat di RSD Gunung Jati berusia 15 hingga 24. Artinya, mayoritas pasien berstatus usia produktif. Namun, tidak ada pasien yang meninggal. (Kumparan, 12/3/2020)

Ketika muncul kasus positif DBD, maka dilakukan penyemprotan (fogging). Akan tetapi tidak cukup dengan itu. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga tak kalah pentingnya. Karenanya juru pemantau jentik (jumantik) melalui ibu-ibu kader posyandu, akan terjun ke rumah warga.

Melihat apakah ada jentik nyamuk di bak mandi, pot dan kolam ikan. Serta memberi edukasi untuk menjaga kesehatan. Pola hidup bersih akan memutus mata rantai pertumbuhan nyamuk.

Upaya pencegahan pun dapat dilakukan,  yaitu 3 M plus, menguras bak penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan mendaur ulang bahan-bahan yang bisa dipakai lagi. Ditambah 'plus' yaitu menggunakan obat nyamuk, seperti semprotan, kelambu dan sebagainya.

Keberhasilan akan dicapai, saat masyarakat bekerja sama dengan pemerintah. Tindakan preventif hingga kuratif jika dikerjakan secara bersinergi antara masyarakat dengan negara, tentu kasus penyebaran DBD bisa diminimalisir.


Pengirim:
Lulu Nugroho
Muslimah Penulis dari Cirebon
lulunugroho27@gmail.com

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Resensi Buku: Rujukan di Era Kacau Hukum

18 September 2020, 07:57 WIB

Pandemi Covid-19, Masih dan Makin Berisiko

10 September 2020, 12:55 WIB

Negara Berperan Menekan Angka Perceraian

1 September 2020, 09:17 WIB

Ketika KBM Menembus Batas

28 Agustus 2020, 10:02 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X