Penanganan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pemanfaatan Dana Desa

- 3 Mei 2020, 23:33 WIB
ilustrasi

PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan atau social distancing untuk mengatasi penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) yang dilakukan di Jawa Barat menyebabkan terhambatnya sejumlah kegiatan ekonomi. Seperti halnya yng terjadi pada sektor pariwisata, industri, hotel dan restoran, perdagangan dan jasa, serta perdagangan informal.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan pemasukan. Dampaknya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal akibatnya jumlah pengangguran pun meningkat dan daya beli masyarakat ikut menurun. (galamedianews.com, 2020).

Oleh sebab itu, dalam menanggapi kondisi tersebut pemerintah mengeluarkan sejumlah bantuan. Salah satunya memanfaatkan dana desa untuk digunakan bantuan sosial pada masyarakat yang terkena dampak akibat pandemi virus corona dan masyarakat yang tergolong masyarakat miskin.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan agar dana desa dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian desa dengan membuka peluang pekerjaan padat karya. Langkah itu dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat yang terdampak dan menstabilkan perekonomian masyarakat di desa akibat pandemi virus corona ini. (Permendes No.6 Tahun 2020).

Adanya bantuan ini mendorong keleluasaan pemerintah desa untuk bergerak secara kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dan manusia yang tersedia untuk menjadi komoditas yang dapat menjaga kebutuhan dasar masyarakatnya serta menghasilkan keuntungan bagi desa tersebut sehingga terciptanya kemandirian desa (Vasquez, 2002).

Pemanfaatan dana desa untuk setiap wilayah akan berbeda bergantung pada karakteristik wilayahnya masing-masing dan jumlah orang yang terkena dampak sehingga akan sangat bergantung terhadap kearifan lokal. Bantuan sosial yang diberikan pemerintah melalui dana desa dapat digunakan untuk diberikan langsung pada masyarakat yang terkena dampak dan digunakan untuk mengembangkan ekonomi desanya
ditengah kondisi pandemi virus corona ini.

Adapun bantuan langsung akan diberikan kepada masyarakat yang tergolong miskin dan pekerja informal (pengemudi ojek online, pedagang kaki lima dan pekerja harian) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka selama pandemi ini berlangsung. (Bayu, 2020).

Sedangkan dana desa yang dapat digunakan untuk mengembangkan ekonomi desanya dapat menjadi stimulus untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terkena dampak akibat kondisi pandemi ini. Termasuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi ini.

Pada prosesnya, peluang ini dapat menjadi sebuah kesempatan dalam mengenali potensi sumber daya yang ada di desa untuk dijadikan sebuah produk unggulan yang mendorong perekonomian desa apabila pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan, kreatif dan inovatif yang mampu menggerakan inisiatif masyarakat desa.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X