Kurangi Kemiskinan di Kabupaten Bandung, Pemda Realisasikan Program Desa Cahaya

- 14 November 2020, 09:35 WIB
Desa Cahaya /bandungkita.id/

GALAMEDIA - "Program Desa Cahaya ini bersumber dari zakat yang dikumpulkan para pegawai seca ikhlas. 2.5 persen ini kami alokasikan untuk pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan masyarakat sendiri,” kata Tisna. Sekertaris daerah kabupaten Bandung.

Pihaknya juga berharap dengan adanya program tersebut, dapat membantu Pemerintah Kabupaten bandung dalam menangani kemiskinan.***

Dari kutipan berita tersebut kita tahu bahwa pemerintah daerah kabupaten Bandung hendak membuat program Desa Cakap Agamis Sehat Berdaya atau di singkat jadi Desa Cahaya. Katanya hal ini dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah kabupaten Bandung. Namun apakah benar demikian? Sepertinya tidak demikian. Karena penyebab kemiskinan itu sendiri berasal dari banyak sektor yang sebagian besar ada andil pemerintah pusat dalam penyediaan lapangan kerja misalnya, pemerataan pendidikan, dan lain-lain. Maka kurang tepat rasanya menggunakan program tersebut untuk mengurangi kemiskinan.

Baca Juga: Dua Gol Arturo Vidal Bawa Chile Tekuk Peru 2-0 di Nacional Stadium

Jika diteliti lagi, ini tak ubahnya seperti tambal sulam. Rakyat mengeluarkan zakat yang kemudian dialokasikan untuk program yang kembali pada rakyat. Pemerintah hanya menjadi perantara saja. Terlebih zakat itu sudah ditentukan siapa yang berhak menerimanya yaitu delapan asnaf. Seperti: pakir miskin, musafir, mualaf, yatim piatu, dst. Maka dari itu, tidak bisa dibenarkan jika pemerintah hendak mengalihkan uang zakat untuk program Desa Cahaya yang nyatanya bukan solusi menyeluruh atas masalah kemiskinan ini.

Lalu bagaimana dalam solusi kemiskinan dalam islam? Dalam Khilafah, seorang Khalifah akan memberikan pendidikan gratis untuk seluruh warga negaranya, itu point penting untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya guna di lingkungan masyarakat. Setelah itu Khalifah akan mengarahkan semua laki-laki baik kepala keluarga atau baru menginjak usia dewasa akan didorong bekerja. Negara sendiri akan membutuhkan banyak pegawai dikarenakan banyak sekali sektor lahan yang menjadi kepemilikan umum dan dikelola negara.

Baca Juga: Wagub DKI Ingatkan Pernikahan Putri Habib Rizieq Shihab Harus Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

Maka, negera akan memperkerjakan para kepala keluarga dalam sektor tersebut seandainya warga itu tidak memiliki pekerjaan. Selain itu Khalifah tidak akan dengan mudah membiarkan pendatang untuk menjadi pekerja di negara. Diutamakan yang beragama dulu, baru setelah semua terpenuhi Khalifah akan mengijinkan pendatang mendapatkan pekerjaan dengan syarat-syarat tertentu.

Karena itulah program ini sebenarnya bukan solusi sama sekali. Karena faktor kemiskinan itu sendiri sangatlah kompleks dan mengakar. Tidak bisa hanya diobati dari batangnya saja karena itu hanya akan menimbulkan masalah baru. Hanya Islam yang layak menjadi solusi dari setiap perkara. Termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan di negeri ini.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X