Istri Sah Dituduh Sebagai WIL, Ketua KPAID Kabupaten Cirebon Terancam Dilaporkan ke Polisi

- 29 Desember 2020, 17:14 WIB
Pengacara pengugat Razman Arif Nasution.
Pengacara pengugat Razman Arif Nasution. /Remy Suryadie/Galamedianews/

GALAMEDIA - Sidang lanjutan pembuktian buku nikah Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengagendakan mendengarkan duplik tergugat intervensi dua.

Pengacara pengugat Razman Arif Nasution mengatakan, setelah dibaca duplik dari tergugat intervensi dua, kurang lebih sama dengan yang kemarin.

"Tadi saya sudah baca, duplik dari tergugat intervensi dua kurang lebih sama seperti yang kemarin jadi tidak masalah," kata Razman Selasa 29 Desember 2020.

Razman melanjutkan, pokok masalahnya tentang pembuktian buku nikah Fifi Sofiah dan IE dugaanya palsu, dari rangkaian tersebut, yang berhubungan dengan terbitnya buku nikah di duga hanya rekayasa.

Baca Juga: Sebut Gaji ke-13 PNS 2021 Masih Dalam Pertimbangan, Menpan RB Tjahjo Kumolo: Terpenting Semua Sehat

Sehingga untuk membuktikannya, kuasa hukum Kantor Urusan Agama (KUA) Mundu Kabupaten Cirebon, meminta kepada majelis hakim untuk di gelar sidang di tempat  (PS) yaitu di KUA Mundu.

"Pokok masalahnya buku nikah palsu, rangkaian itu semua, seperti saksi palsu, orang tua IE palsu karena bin Rakim, bukan itu orang tuanya IE, adalagi tempat tanggal lahir Fifi berbeda, saya berterimakasih karena kuasa hukum KUA mundu meminta majelis hakim untuk dilakukan sidang PS atau Pemeriksaan Setempat dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi - saksi disana," tutur Razman.

Saat sidang di tempat nanti, yang rencananya akan di gelar dua minggu lagi, kata Razman, akan membuktikan siapa orang tua IE yang sebenarnya termasuk orang tua Fifi yakni Samsuri, apakah masih hidup saat menikahkan Fifi pada tahun 2003.

Baca Juga: Diproses Polda Metro Jaya, Hakim Buka Kembali Kasus Chat Mesum Habib Rizieq dan Firza Husein

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X