Kades di Sumatra Selatan Didakwa Judi Togel Pakai Dana Bansos Covid-19 dan Terancam Hukuman Mati

- 5 Maret 2021, 20:54 WIB
Logo KPK.
Logo KPK. //Twitter/@KPK_RI

GALAMEDIA - Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Lubuklinggau, Yuriza Antoni (Kasi Kejari Lubuklinggau) menyebutkan terdakwa atas nama Aksari selaku Kepala Desa di Musi Rawas, telah menggelapkan dana desa tahap II dan III senilai Rp 187,2 juta, pada Mei 2020, untuk judi togel, bayar hutang, dan foya-foya.

Menurut Yuriza Antoni, terdakwa terancam pidana penjara maksimal 20 tahun atau pidana mati jika merujuk pada peraturan presiden tentang penyalahgunaan dana Covid-19.

"Terdakwa terancam dikenakan hukuman pidana mati atau kurungan penjara seumur hidup, karena telah mark up uang yang dipergunakan untuk dana desa," ujar JPU Kejari Lubuk Linggau, Sumar Heti, Selasa, 2 Maret 2021.⁣

Baca Juga: Terpilihnya Moeldoko di KLB Demokrat, Wasekjen Demokrat: Kudeta Memang Benar Adanya

⁣"Askari merupakan terdakwa tunggal dalam korupsi dana desa. Dalam hasil penyelidikan, terdakwa menggunakan untuk kepentingan pribadi seperti membayar hutang dan bermain judi," ujar dia.⁣

Awalnya BLT DD disebut diperuntungkan untuk bantuan Covid-19.

Namun oleh terdakwa dipakai untuk kepentingan pribadi. Dana untuk 156 kepala keluarga (KK) itu seharusnya diberikan masing-masing Rp600 ribu dalam satu tahap bantuan.

Akan tetapi sang kades malah tidak menyalurkan dengan semestinya, dari tiga tahap penyaluran, ia hanya menyalurkan hanya datu kali kepada warga.

Baca Juga: Ketahuan, 5 Ketua DPC Demokrat Sulsel Tidak Ikut Apel Siaga, Diduga Hadiri KLB di Sumut  

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X