Wali Kota Bogor Sebut Habib Rizieq Menolak Jalani Tes Usap dan Menjalan Tes PCR tanpa Sepengerahuan Satgas

- 14 April 2021, 12:08 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku mewaspadai waktu di mana masyarakat berpotensi membuat kerumunan saat Ramadhan 2021.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku mewaspadai waktu di mana masyarakat berpotensi membuat kerumunan saat Ramadhan 2021. /ANTARA/Riza Harahap

GALAMEDIA - Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sidang di PN Jakarta Timur mengatakan jika Rizieq Shihab menyampaikan penolakannya untuk menjalani tes usap melalui surat yang disampaikan kepada dirinya.

"Kami tunggu hingga hari Sabtu (28/11/2020). Tapi yang saya terima justru surat Rizieq kepada saya, tetapi disampaikan secara terbuka. Surat tertulis yang menyebutkan dia (Rizieq Shihab) tidak berkenaan untuk menyampaikan hasil swab PCR," kata Bima Arya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 14 April 2021.

Bima mengatakan Rizieq Shihab melakukan tes usap tanpa sepengetahuan Satgas Covid-19 Kota Bogor dan juga pihak RS UMMI sebagai rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Tiga Anggota DPRD Jawa Barat Dipanggil KPK Soal Dugaan Suap Pengaturan Proyek di Lingkungan Pemkab Indramayu

Padahal sebelumnya, Bima sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga Rizieq Shihab yang diwakili oleh Hanif dalam melakukan prosedur tes usap. Pihak keluarga Rizieq Shihab pun menyetujui untuk dilakukan tes usap di RS UMMI dan menyampaikan laporan hasil tes usap tersebut kepada pihak Satgas Covid-19.

"Beliau menyampaikan konfirmasi siap menyampaikan laporan swab kepada satgas," ujar Bima Arya.

Bima mengatakan bahwa perlu dilakukan tes usap kepada Rizieq Shihab karena ada indikasi yang bersangkutan pernah menjalin kontak erat dengan orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada informasi yang kami dapatkan beliau kontak erat dengan orang-orang yang dinyatakan positif antara lain Wali Kota Depok dan saya sampaikan kepada dokter Andi Tatat. Dan setuju untuk dites PCR," jelas Bima Arya.

Baca Juga: Ini Dia Perkembangan Harga Rata-rata Nasional Kebutuhan Pokok dari 216 Pasar Tradisional di Indonesia

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X