Demo Penolakan PPKM Darurat di Kota Bandung, Polrestabes Buru Provokator: 5 Orang Bawa Bom Molotov

- 21 Juli 2021, 18:50 WIB
Pendemo Tolak PPKM Darurat Menutup Jalan Dago Saat Long March Dari Balaikota Bandung ke Gedung Sate Bandung, Rabu 21 Juli 2021
Pendemo Tolak PPKM Darurat Menutup Jalan Dago Saat Long March Dari Balaikota Bandung ke Gedung Sate Bandung, Rabu 21 Juli 2021 /Arief Pratama/Cirebon Raya

GALAMEDIA - Aksi para pemuda yang menolak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bandung, Rabu 21 Juli 2021 akhirnya dibubarkan polisi karena menganggu ketertiban dan merusak sejumlah fasilitas publik.

Sebanyak 5 orang dalam aksi itu didapati membawa bom molotov, dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polrestabes Bandung.

Semula, aksi demonstrasi yang melibatkan massa dari mahasiswa, pedagang, dan ojek online berlangsung kondusif. Mereka meminta agar kebijakan perpanjangan PPKM darurat dibatalkan karena dianggap tidak efektif menekan angka kasus COVID-19 dan menimbulkan permasalahan sosial ekonomi.

Namun, aksi itu tiba-tiba memanas hingga terjadi bentrokan dengan polisi karena diduga ada penyusup. Polisi pun membubarkan demonstrasi karena pertimbangan protokol kesehatan. Beberapa di antara mereka diamankan.

Baca Juga: PPKM Darurat di Jabar Mampu Menurunkan Jumlah Kasus Covid-19

Ratusan orang yang diamankan mayoritas berusia remaja. Mereka dikumpulkan di halaman gedung sate untuk didata dan dites swab untuk memastikan status keterpaparan COVID-19.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya didampingi Wakapolrestabes AKBP Muhamad Yoris Maulana kepada waratwan, di halaman Gedung Sate, Rabu 21 Juli 2021, menjelaskan ratusan remaja ini mengaku mengetahui aksi demonstrasi dari ajakan di media sosial.

"Bahwa ojol dan PKL ini tidak ikut serta (dalam kericuhan). (Remaja uang diamankan) ini sekitar 150 orang. Mereka juga sempat melakukan penutupan jalan dan melakukan pengrusakan di sekitarnya," terang Ulung.

Ia mengatakan, dari hasil pendataan sementara dari ratusan orang ini ada mahasiswa 9 orang, sisanya SMA siswa SMP dan pengangguran.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X