7 Pemuda Pengungujuk Rasa PPKM Reaktif, Polrestabes: Dijemput Keluarga, Langsung Disarankan Isoman

- 22 Juli 2021, 19:09 WIB
Demo Rusuh, Polrestabes Bandung Mengamankan 150 Orang Unjuk Rasa Terkait Penolakan PPKM Darurat di Kota Bandung
Demo Rusuh, Polrestabes Bandung Mengamankan 150 Orang Unjuk Rasa Terkait Penolakan PPKM Darurat di Kota Bandung /

 

GALAMEDIA - Setelah melakukan pendataan dan pembinaan terhadap ratusan pemuda yang diamankan Polisi karena membuat rusuh dan pengrusakkan saat unjuk rasa menolak PPKM darurat di Balai Kota Bandung, akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.

Namun sebelum dikembalikan ke orang tuanya, ratusan pemuda yang didominasi pelajar usia remaja itu, mereka menjalani swab antigen.

Hal tersebut diungkapkan Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung sampurna Jaya melalui Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Manopang kepada wartwan, Kamis 22 Juli 2021 mengatakan, dari hasil swab test ditemukan tujuh orang reaktif Covid-19.

"Untuk ke tujuh yang reaktif langsung menghubungi keluarganya untuk dijemput langsung. Dan disarankan untuk menjalani isolasi mandiri," jelas Adanan.

Baca Juga: Kisruh Revisi Statuta UI, Jokowi Didesak Ikuti Jejak Rektor UI Ari Kuncoro, Nicho Silalahi: Pak Kapan Mundur?

Masih dikatakan Adanan, hal serupa dilakukan untuk ratusan pemuda lainnya. Setelah dilakukan pendataan dan membuat perjanjian, mereka langsung dipulangkan ke rumah masing masing.

Sedangkan, lanjut Adanan, untuk keenam remaja yang kedapatan membawa bom molotov saat unjuk rasa kemarin, masih diamankan di Polrestabes Bandung untuk pemeriksaan.

"Total ada enam yang diamanan, lima sebagai saksi dan satu terbukti, karena dibawa umur dikenakan UU Perlindungan anak," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi para pemuda yang menolak perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bandung, Rabu 21 Juli 2021 akhirnya dibubarkan polisi karena menganggu ketertiban dan merusak sejumlah fasilitas publik.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X