Polisi Sebut Senpi Milik Anak Bupati Majalengka Masih Kantongi Izin

- 13 November 2019, 20:37 WIB
ilustrasi

PIHAK Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh IN, anak Bupati Majalengka. Polisi pun mengusut soal izin senjata api (senpi) yang digunakan.

Wakapolres Majalengka, Kompol Hidayatullah mengatakan, senjata api yang dimiliki IN, terlapor penembakan terhadap seorang kontraktor, masih memiliki izin sampai tanggal 10 Januari 2020.

"Senjata sampai saat ini ada izinnya, yaitu berlaku sampai tanggal 10 Januari 2020," kata Hidayat di Majalengka, Rabu (13/11/2019).

Meskipun IN mempunyai izin memiliki senjata api, pihak Kepolisian lanjut Hidayat, akan melakukan penyidikan lebih mendalam. Penyidikan itu untuk mengetahui apakah kepemilikannya sesuai dengan SOP atau tidak.

"Tapi ini masih akan terus didalami, agar semua terang. Kami akan kembangkan kembali dalam proses penyidikan, apakah proses perizinan (kepemilikan senjata api) sesuai SOP yang ada atau tidak," ujarnya.

Sampai saat ini polisi telah memanggil sembilan saksi dari kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor yang merupakan anak Bupati Majalengka.

Selain itu polisi juga belum menetapkan tersangka atas kasus penembakan. Hanya saja telah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

"Kami sudah melakukan gelar perkara dan saat ini status penyelidikan sudah kita naikan ke penyidikan. Belum (ditetapkan tersangka) karena kita masih menunggu penyidikan selanjutnya," katanya.

Seperti diketahui, seorang pengusaha konstruksi, Panji Pamungkasandi melapor ke polisi dan mengaku menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh IN, anak Bupati Majalengka. Panji mengalami luka tembak di tangan kirinya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X