Dihalangi Rujuk dengan Mantan Istri, JA Habisi Kakak Ipar

- 13 November 2019, 22:41 WIB
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng dan Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat menunjukkan barang bukti dan poto korban di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Rabu (13/11/2019).

DENDAM gara-gara tak direstui rujuk dengan mantan istrinya, JA (21), warga Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut nekat menghabisi nyawa kakak iparnya dengan sadis. Aksi pembunuhan dilakukan JA bersama seorang temannya berinisial PR (22) yang sama-sama menyimpan dendam kepada korban.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, korban atas nama Elki Firmansyah (29) dihabisi oleh dua pelaku pada Selasa (12/11/2019) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu korban berpapasan dengan kedua pelaku di Jalan Peundeuy, Kampung Paniisan, Desa/Kecamatan Peundeuy.

"Sebelumnya korban sempat menantang tersangka JA dan PR untuk berkelahi. Mendengar tantangan itu, JA pun tersulut emosinya. Apalagi keinginan JA untuk rujuk dengan mantan istrinya yang juga adik korban ditolak oleh korban," kata Maradona di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Rabu (13/11/2019).

Menurut Maradona, saat mengeroyok korban, kedua pelaku menggunakan senjata tajam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Akibat aksi pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya. "Bahkan pergelangan tangan korban putus terkena sabetan senjata tajam yang dibawa pelaku," terangnya.

Maradona menyebutkan, korban sempat dibawa ke Puskesmas Peundeuy untuk mendapatkan pertolongan. Namun karena luka yang dideritanya sangat parah, nyawa korban pun tak tertolong. "Kemungkinan karena pendarahan dari tangannnya yang putus. Serta beberapa luka lainnya," katanya.

Berdasarkan hasil visum, terang Maradona, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, di antaranya kepala bagian belakang sebelah kanan sepanjang 10 sentimeter dengan lebar empat sentimeter dan kedalaman 1,5 sentimeter.

"Selain itu, terdapat luka di dahi, siku tangan kiri, lutut, telapak kaki, serta telinga yang nyaris putus," ungkap Maradona.

Sedangkan tersangka JA dan PR, usai membunuh korban langsung melarikan diri. Namun kurang dari 24 jam, keduanya berhasil ditangkap saat tengah bersembunyi di kawasan Sancang, Kecamatan Cibalong.

"Pelaku kami tangkap pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 di kawasan Sancang Cibalong. Sekarang mereka sudah ada di Mapolres guna menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X