Bom Medan dan Sejumlah Teror Bom di Markas Polisi Indonesia

- 14 November 2019, 06:25 WIB
ilustrasi /dok

RABU (13/11/2019) pukul 08.45 WIB kemarin, Aksi bom bunuh diri terjadi Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Medan. Ini bukan kali pertama markas korps Bhayangkara diserang teror.

Sejumlah aksi teror yang ditujukan ke markas aparat keamanan tersebut telah terjadi sebelumnya. Aksi teror tersebut bukan hanya bom bunuh diri, namun juga penyerangan yang mengakibatkan terjadinya korban di pihak aparat.

Sejak 2011 hingga 2019, setidaknya telah ada lima bom bunuh diri yang meledak di dalam markas penegak tertib hukum tersebut. Berikut di antaranya:

Bom Mapolres Cirebon (2011)
Pada Jumat, 15 April 2011, aksi serangan bom bunuh diri terjadi di Masjid Adzikro yang berada di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Cirebon, Jawa Barat.

Pria bernama Muhammad Syarif Astanagarif (32), warga Pleret, Majalengka, Cirebon, membawa bahan peledak dan ikut serta menjadi jamaah shalat Jumat di Masjid Adzikro di Mapolresta Cirebon.

Bom bunuh diri tersebut meledak pada pukul 12.15 WIB saat akan dilaksanakan shalat Jumat. Bom yang meledak tersebut memuntahkan paku, baut, dan mur mengakibatakn pelaku meninggal dunia dan 25 orang yang berada di sekitar pelaku terluka oleh serpihan bom, paku, baut, dan mur tersebut.

Korban luka termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang berada di shaf terdepan dalam shalat Jumat tersebut.

Bom di Mapolres Poso (2013)
Bom bunuh diri di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, terjadi pada tanggal 3 Juni 2013. Ledakan bom terjadi pada pukul 08.03 WITA di antara pos jaga dan Masjid Mapolres Poso.

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, adalah Zainul Arifin alias Arif Petak (34) berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Ia adalah sosok yang sudah mempersiapkan diri menjadi "pengantin" atau orang yang melakukan aksi bom bunuh diri.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X