Tepis Tuduhan KPK, Tersangka Kasus Meikarta Layangkan Surat dan Minta Perlindungan Jokowi

- 7 Desember 2019, 10:53 WIB
Bartholomeus Toto /YouTube

SETELAH dijadikan tersangka dan ditahan oleh KPK dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta, eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Bartholomeus Toto tak tinggal diam. Menepis semua tuduhan, berbagai upaya dibuat Toto termasuk yang terbaru yakni menyurati dan meminta perlindungan dari Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Toto sudah mempraperadilkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga membuat pernyataan di vlog video YouTube sekaligus tiga judul. Pertama, berjudul "Toto dan Meikarta", video kedua "Babak Baru Kasus Meikarta Episode Rekayasa", dan video ketiga "Bedah Kasus Kenapa Saya Ditersangkakan".

Pengacara Toto, Supriyadi, SH., MH., Sabtu (7/12/2019) mengatakan, kliennya jadi tersangka setelah dituduh menyetujui pemberian dana sebesar Rp 10,5 miliar kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memuluskan perizinan proyek Meikarta. Hal itu atas pernyataan Kepala Divisi Land Ackuisition Permit PT Lippo Cikarang, Edy Dwi Soesianto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Untuk menepis semua tuduhan yang dialamatkan kepada Toto, kata Supriyadi, pihaknya melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi, dengan alamat kepada staf Kepresidenan Jalan Veteran III No.2 RT3/3 Gambir Jakara Pusat. Pengirim, Law Supriyadi dan Associates The Ceo Bulding Jln. TB Simatupang No.15 Lantai 12 Jakarta Selatan.

Menurut Supriyadi, salah satu butir isi surat adalah Bartholomeus Toto sebagai anak bangsa meminta dan memohon perlindungan kepada Presiden Jokowi terhadap kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh KPK. Dalam suratnya, Toto juga menyampaikan fakta, bukti dan petunjuk yang dimiliki. 

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X