Pulang Beribadah, Yori Tewas Ditusuk Pacarnya

- 15 Desember 2019, 16:49 WIB
Lokasi TKP Penusukan yang menewaskan Yori Yance. Foto diambil Ahad (15/12/2019).

SEORANG wanita bernama Yori Yance (29) tewas seketika setelah ditusuk secara membabi buta oleh seorang pria berinisial NS yang diduga pacarnya, Sabtu (14/12/2019) malam.

Selain Yori, pelaku juga menusuk keponakan korban, K (4) yang mengalami luka di perut bagian kiri, dan kini sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Korban ditusuk pelaku di samping pos satpam belakang Perum Baros Indah RT 02/RW 03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. Saat itu, korban hendak pulang usai melaksanakan ibadah di Gereja Santo Immanuel, Kota Cimahi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun galamedianews.com, kejadian berawal saat korban dan keluarganya baru pulang dari gereja. Terduga pelaku ternyata sudah menunggu kepulangan korban.

Korban yang berada satu mobil dengan keluarga kakak iparnya, Sri Sugianto serta 2 anaknya, dan keluarga tetangganya yakni Martin serta ketiga anaknya, langsung disergap pelaku lalu ditusuk menggunakan senjata tajam berupa celurit kecil.

"Kejadiannya sekitar jam 22.30 WIB. Korban ini baru pulang dari gereja. Waktu kejadian itu ada ribut-ribut, kebetulan di pos satpam itu sedang sepi. Pas dengar ada ribut-ribut, saya sama anak langsung turun mau cek kejadiannya," ungkap Ketua RW 03, Tri Widodo, saat ditemui, Ahad (15/12/2019).

Saat dicek, kata Tri, ia mendapati sudah terjadi keributan dan penusukan. Korban Yori sudah dalam kondisi tersungkur. Sedangkan korban K, yang saat itu digendong Yori juga terjatuh berlumuran darah.

"Pas saya datang Yori ini sudah tergeletak. Kalau anak kecil itu udah posisi digendong bapaknya. Saya langsung bawa mereka ke rumah sakit," ungkapnya.

Menurut Tri, berdasarkan informasi, korban dan pelaku sudah menjalani hubungan percintaan sejak dua tahun terakhir. Namun keduanya tidak begitu akur. Saat ini, korban mengontrak di Jalan Baros Gang Seneng RT 02/RW 03, sedangkan pelaku mengontrak tak jauh dari kontrakan korban.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X