Lagi, Penipuan Investasi Bermodus Usaha Umrah Makan Korban

- 16 Januari 2020, 14:02 WIB

PENGUSAHA Ayi Koswara melaporkan seorang pengusaha asal Garut, Yusuf Abdul Latief ke Ditreskrimum Polda Jabar terkait dengan dugaan penipuan. Polda Jabar pun telah menerima laporan polisi terkait dugaan penipuan, pada Kamis (16/1/2020).

Kuasa hukum Ayi, Hassanain Haikal yang mendampingi kliennya saat melaporkan dugaan penipuan ini menuturkan, laporan terhadap Yusuf berawal dari adanya ajakan berinvestasi pada 2017 di Travel Umrah Albayyinah yang beralamat di Jalan Raya Bayongbong KM 3, Kp Babakan Somawijaya, RT 004/RW 013, Muara Sanding, Kabupaten Garut.

tertarik dengan ajakan tersebut, kliennya menyerahkan uang investasi senilai Rp1 miliar dengan dijanjikan mendapat keuntungan Rp28 juta setiap bulannya.

"Klien kami hanya menerima tak lebih dari dua kali keuntungan dari investasinya pada bulan awal saat berinvestasi sejak Februari 2017 kemarin. Nilai keuntungannya yang didapat perbulan hanya Rp28 juta," kata Haikal di Mapolda Jabar.

Setelah dua bulan berjalan, kliennya tidak pernah lagi mendapat keuntungan dari investasi tersebut. Beberapa kali kliennya meminta hasil dari investasi dan modal awalnya, Yusuf selalu berkelit hingga diketahui dana investasinya di golangkan untuk proyek pemerintah di Kabupaten Garut.

"Ternyata dana milik klien kami yang diinvestasikan di Travel Umrah Albayyinah, diinvestasikan kembali oleh Terlapor ke proyek pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah, tanpa sepengetahuan dan seijin Pelapor. Hal ini menjadi dugaan kami, bahwa Terlapor juga telah melakukan tindak pidana pencucian uang, sebagaimana dimaksud UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," ucapnya.

Bahkan Yusuf memberikan cek bodong terhadap kliennya untuk mengelabui dana keuntungan dari investasinya tersebut.

"Yang bersangkutan (terlapor) memberikan cek bodong, kepada klien kami. Atas dasar itulah, kami melaporkan Yusuf sebagaimana dimaksud  Pasal 378 KUHPidana, tentang penipuan," ucapnya.

Disinggung soal nilai kerugian yang dialami oleh kliennya, Haikal menyebut nilai kerugian mencapai 1,4 miliyar. Angka itupun didapat dari hasil perhitungan gugatan perdata kepada terlapor di PN Garut dengan No. Perkara 11/Pdt.G/2019/PN.Garut.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X