Mucikari Paksa Anak di Bawah Umur Ladeni Pria Hidung Belang

- 21 Januari 2020, 17:22 WIB

PRAKTIK eksploitasi dan prostitusi anak di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara berhasil dibongkar polisi. Dalam penggerebekan yang dilakukan Senin (12/1/2020), enam orang ditangkap dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

"Pada Senin lalu, 13 Januari di sekitar Penjaringan, Jakarta Utara di salah satu kafe di Rawa Bebek, berhasil ditangkap enam tersangka. Mereka semua mengeksploitasi anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Yusri menambahkan, kasus ini dibongkar oleh Sub Direktorat 5 Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tim mengamankan dan mentersangkakan R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E. Mereka semua kini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk diperiksa secara intensif. Sedangkan korbannya adalah anak berusia sekitar 14 sampai 18 tahun.

Para tersangka itu memiliki peran yang berbeda-beda antara lain mucikari dan mencari dan menjual para korban.

Tersangka pertama yakni mami A berperan mucikari sekaligus sebagai pemilik kafe yang dijadikan lokasi penjualan anak berusia di bawah umur.

"Dia juga memaksa anak-anak berusia di bawah umur untuk berhubungan badan dengan pria hidung belang yang datang ke kafe," terang Yusri.

Tersangka kedua yakni mami T berperan memaksa anak-anak berusia di bawah umur untuk berhubungan seksual dengan para tamu.

Tersangka lainnya berinisial D alias F dan TW yang berperan mencari anak-anak di bawah umur melalui media sosial. Keduanya lalu menjual anak-anak tersebut kepada kedua tersangka yang biasa dipanggil mami.

"Anak-anak di bawah umur itu dijual seharga Rp 750.000 hingga Rp 1,5 juta kepada tersangka yang dipanggil mami," sambungnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X