Ada Modifikasi pada Sistem Pengereman Penyeban Kecelakaan Bus Purnamasari

- 22 Januari 2020, 19:51 WIB

SALAH satu penyebab kecelakaan bus Pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W, yang menewaskan 9 orang penumpang adalah akibat adanya modifikasi pada sistem pengereman pada bus tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Direktur lalu lintas Polda Jabar, Kombes Eddy Djunaedi didampingi Kabid Humas Kombes Pol S. Erlangga kepada wartawan di Mapolda Jabar, Rabu (22/01/2020).

Masih dikatakannya, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA), bersama dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

Diketahui terdapat beberapa faktor penyebab kecelakaan bus maut tersebut, salah satunya pada bagian pengereman. Dalam menguak kasus tersebut pun, lanjut Erlangga, Ditlantas Polda Jabar telah melakukan pemanggilan terhadap produsen bus yaitu mercedez benz.

Berdasarkan kondisi fisik pada bus pasca kecelakaan, dapat dipastikan terjadi modifikasi pada sistem pengereman yang tidak sesuai dengan hasil dari pabrikan.

"Kita sudah datangkan tim pemilik merk bus yaitu Mercedez Benz, hasilnya diketahui adanya modifikasi pada sistem pengereman yang tidak sesuai standar pabrikan," kata Eddy.

Lebih lanjut di paparkan Eddy, modifikasi itu dilakukan pada katup pengisian 4 jalur untuk angin yang dihasilkan dari kompresor. "Seharusnya dengan pipa besi, ini dimodifikasi dengan selang karet, dan tidak dilengkapi dengan alat pengunci katup. Sebagai ganti pengunci katup diikat karet dari ban dalam," ujar Eddy.

Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan, hasil daripada TAA itu, pertama berdasarkan hasil olah tkp dan analisa diketahui kecepatan awal bus bergerak dengan kecepatan 80km/jam. Sementara itu pada titik tabrak dengan kecepatan 51,5km/jam.

Dari hasil tersebut, lanjut Eddy, dapat disimpulkan, bus maut itu melaju kencang dan tidak sempat melakukan pengereman, akibat tidak berfungsinya sistem pengereman dengan baik.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X