Polres Garut Gerebek Rumah yang Dijadikan Tempat Jual Beli Tuak

- 20 April 2020, 18:30 WIB
Sejumlah petugas dari Polres Garut dan Polsek Tarogong Kidul saat menggerebek sebuah rumah yang diduga menjual miras di Kampung Mekarwangi RT 01 RW 12, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (19/4/2020) malam.

KEPOLISIAN Resor (Polres) Garut gerebek sebuah rumah di kawasan Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut yang dijadikan tempat penjualan minuman keras (miras) jenis tuak.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, melalui Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat, mengatakan, penggerebekan dilakukan pada Minggu (19/4/2020) malam kemarin menyusul adanya laporan dari warga yang mencurigai adanya aktivitas juak beli miras di rumah tersebut.

"Aktivitas (jual beli miras) tersebut telah membuat warga resah karena tak mau daerahnya dijadikan tempat maksiat. Laporan warga itu kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan penggrebekan pada Minggu malam kemarin," ujarnya, Senin (20/4/2020).

Menurut Muslih, rumah yang digerebek tersebut diketahui milik seorang warga berinisial N (41), berlokasi di Kampung Mekarwangi RT 01 RW 12, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul. Dari dalam rumah, petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 40 liter miras jenis tuak.        

"Selain barang bukti, kami juga mengamankan penjualnya ke Mapolsek Tarogong Kidul guna menjalani proses Tipiring (tindak pidana ringan)," ucapnya.

Muslih menyebutkan, aksi penggerebekan yang dilakukan menyusul adanya laporan dari warga tersebut dipimpin langsung Kasat Sabhara Polres Garut, AKP Bambang. Selain dari Polres, terangnya, turut dilibatkan pula tujuh personel dari jajaran Mapolsek Tarogong Kidul dibawah pimpinan Panit Reskrim, Ipda Wahyono Aji.      

Dedi (59), salah seorang warga mengaku sangat mengapresiasi respon aparat kepolisian yang bertindak cepat dalam menanggapi laporan terkait adanya akivitas penjualan miras tersebut. Ia menyebut, selama ini warga sudah resah karena aktivitas penjualan miras di tempat itu dilakukan secara terbuka dan terang-terangan.

"Alhamdulillah polisi bertindak cepat. Kalau saja tidak, mungkin warga bisa bertindak sendiri karena sudah sangat resah dengan adanya aktivitas jual beli barang haram itu," katanya.

Menurut Dedi, sebenarnya penjual miras itu merupakan warga pendatang yang belum begitu lama berdomisili di daerah tersebut. Dia menempati sebuah rumah kontrakan dengan alasan untuk tempat tinggal, namun ternyata dijadikan sebagai tempat penjualan miras.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X