Pakar Komunikasi: Irjen Pol Boy Rafli Sosok Tepat Pimpin BNPT

- 3 Mei 2020, 06:24 WIB
Boy Rafli Amar

PAKAR Komunikasi Dr Aqua Dwipayana optimis Irjen Pol Boy Rafli bisa memimpin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sangat tepat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan amanah yang sangat mulia dan strategis itu kepada mantan Kapolda Papua tersebut.

Aqua menyampaikan hal itu setelah mengetahui Boy Rafli Amar mendapat promosi bintang tiga sebagai Kepala BNPT menggantikan Irjen Pol Suhardi Alius yang pada 10 Mei 2020 ini memasuki pensiun. Saat ini Boy Rafli Amar masih menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri yang diembannya sejak 2018 lalu.

"Saya kenal dekat dengan Pak Boy Rafli Amar sehingga tahu persis kelebihan-kelebihannya beliau termasuk di bidang komunikasi," jelas mantan wartawan harian Jawa Pos itu seperti dikutip wartawan PR, Erwin Kustiman.

Aqua menegaskan, senjata utama anggota Polri dalam bertugas termasuk di BNPT adalah kemampuan di bidang komunikasi. Boy Rafli Amar menurutnya selama ini di mana pun bertugas komunikasinya baik di internal maupun eksternal bagus sekali.

Dengan kemampuan komunikasi yang bagus itu, Aqua sangat yakin
Boy Rafli Amar akan dapat lebih memajukan BNPT. Apalagi jika Bapak dua putri itu konsisten melanjutkan semua program kerja yang telah dilaksanakan Komjen Pol Suhardi Alius.

"Selama sekitar 3 tahun 10 bulan memimpin BNPT, Pak Hardi (panggilan akrab Suhardi Alius-red) sukses secara drastis mengubah "wajah" BNPT. Beliau sekaligus mampu memperbaiki dan meningkatkan citra dan reputasi BNPT. Hal itu membuat hubungan BNPT sangat dekat dengan para mantan narapidana terorisme (napiter) dan korban-korban bom teroris yang dikenal dengan sebutan penyintas," ungkap Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik tersebut.

Aqua menambahkan, selama memimpin BNPT pendekatan yang dilalukan Suhardi Alius sudah bagus sekali. Menghadapi para terorisme dan mantan napiter termasuk keluarganya mengutamakan pendekatan "soft power dan smart power". Sedangkan "hard power" adalah jalan terakhir yang dilakukan. Program itu agar dilanjutkan terus.

Para teroris, mantan napiter, dan keluarganya, lanjut Aqua adalah manusia yang memiliki hati. Pendekatan yang konsisten menggunakan hati dan selalu hati-hati sangat efektif.

Suhardi Alius telah membuktikan itu utamanya di Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dan Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Dua wilayah tersebut adalah tempat tinggal para napiter dan keluarganya.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X