Polisi Selidiki Kasus Bantuan Sembako Busuk di Bandung Barat

- 7 Mei 2020, 19:02 WIB

BANTUAN sosial dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berupa paket sembako yang berisi ayam busuk berlanjut ke ranah hukum. Saat ini, kasus tersebut tengah diselidiki Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Cimahi.

Kanit Tipikor Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra mengatakan, dasar penyelidikan itu atas laporan masyarakat terkait ditemukannya empat paket sembako yang tidak layak konsumsi pada 23 April 2020 lalu. Penyelidikan dilakukan untuk dugaan penyalahgunaan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 serta penyaluran bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Bandung Barat Tahun Anggaran 2020.

"Kami melakukan penyelidikan teekait dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan Covid-19. Itu terkait sembako yang busuk di Desa Citapen, Cihampelas, KBB," ujar Herman, Kamis (7/5/2020).

Saat ini, sejumlah pihak yang menerima dan menyalurkan bantuan sembako tersebut sedang dimintai keterangan. Hasil keterangan itu nantinya akan diolah untuk tahap penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sudah mengundang pihak terkait, seperti kepala desa dan pengurus RT dan RW. Pemanggilan ini baru interogasi saja. Kita agendakan juga pemanggilan Camat, Sekcam, dan Sekdes," tuturnya seperti ditulis wartawan "PR", Cecep Wijaya.

Hingga kini, Herman mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan hasil pemeriksaan sementara. Meski demikian, polisi sudah menyita barang bukti sembako berisi ayam busuk itu.

"Belum mengarah dan belum menyimpulkan ke kelalaian. Agenda penyelidikan ini masih panjang. Barang bukti sembako sudah diamankan," kata Herman.

Seperti diketahui, sebelumnya warga terdampak Corona Virus Disease (Covid-19) di RW 13, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, menerima sebanyak empat paket sembako dengan beberapa item dalam kondisi busuk.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna sebelumnya mengaku dirinya sudah ditegur oleh aparat penegak hukum. Dia memastikan, penyaluran bantuan sembako berikutnya tidak akan lagi menyertakan daging ayam.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X