Istriya Diduga Selingkuh, Warga Tasikmalaya Nekat Gantung Diri

- 9 Mei 2020, 16:09 WIB
ilustrasi

WARGA Kampung Legok Nangka, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan kejadian gantung diri. OP (30) nekat bunuh diri karena diduga istri tercintanya berselingkuh dengan laki-laki lain.

Pasangan muda itu sebelumnya cekcok hingga sang suami mengakhiri hidupnya, Sabtu (9/5/2020) dini hari. OP yang bekerja sehari-hari sebagai buruh kuli batu di pegunungan ditemukan warga sekitar TKP menggantung di sebuah warung depan rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, korban oleh petugas dan warga yang sengaja mencari korban karena disangka kabur setelah sempat recok dengan istrinya.

Korban sudah meninggal dengan gantung diri menggunakan seutas tali tambang yang mengikat leher korban. Tali tambang yang digunakan panjang sekitar 117 cm. Diameter tali sekitar 80 cm.

Dari keterangan yang dapat berhasil dihimpun, sebelumnya korban dengan istrinya sempat adu mulut. Saat itu, korban yang telah menikah selama 8 tahun dan dikaruniai 2 orang anak itu pulang ke rumah, lalu mengetuk pintu rumah dan langsung meminta telepon genggam milik istrinya sambil mengatakan bahwa istrinya itu telah berselingkuh dengan pria lain.

Lalu setelah cekcok korban menggigit tangan dan memukul wajah istrinya sehingga istrinya berteriak minta tolong. Tak lama berselang jeritan istri korban tersebut didengar tetangga dan ketua RT, Mumuh. Sehingga pertengkaran suami istri itu dilerai ketua RT bersama warga lainnya.

Akan tetapi korban malah lari menuju sumur di area perkebunan depan rumah sambil membawa tambang dan pisau.

"Mendapati kejadian seperti itu dan dikhawatirkan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan Ketua RT melaporkanya ke Polsek Indihiang," kata Yusuf.

Dari informasi itu petugas kepolisian dan warga lalu mencari korban. Setelah melakukan pencarian korban ditemukan sudah tergantung. Korban melakukan dengan cara mengikat tali tambang ke leher kemudian digantungkan ke bambu dilangit-langit warung.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X