Youtuber Ferdian Paleka Dibully di Sel Tahanan, Ditelanjangi dan Disuruh Masuk Tong Sampah

- 9 Mei 2020, 17:47 WIB

SEBUAH video berisi rekaman perundungan oleh sesama tahanan terhadap Youtuber "prank" sembako sampah, Ferdian Paleka, Tubagus Fahddinar, dan Aidil di rumah tahanan Mapolrestabes ramai beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak Ferdian berkepala plontos dan nyaris dalam kondisi telanjang dada. Ia diduga mengikuti perintah untuk melakukan beberapa aktivitas dari tahanan lain, seperti masuk ke dalam tong sampah, push up, mengucapkan kalimat bernada hinaan.

Sesekali ia mendapat kontak fisik yang membuatnya terlihat meringis. Tak sedikit pula tahanan yang mengamati. Terdengar pula beberapa tahanan lain meneriaki Ferdian dan kawan-kawannya dengan menyindir konten mengenai bantuan berisi sampah dan batu kepada transgender.

Video tersebut tersebar di berbagai kanal media sosial dan mendapat beragam reaksi dari warganet. Ada yang bereuforia, namun tak sedikit yang menyatakan simpati kepada Ferdian karena apa yang terjadi di dalam video tidak mencerminkan penanganan hukum yang ideal.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya mengatakan, membenarkan peristiwa yang terjadi di dalam video tersebut. Para tahanan melakukan hal tersebut dikarenakan faktor ketidaksukaan terhadap Ferdi cs.

"Benar itu terjadi merasa tidak suka dengan Ferdi ini karena kelakukannya pada saat di luar dia memberikan makanan sampah. Sehingga mereka tidak suka dan tahanan ini melakukan pembullyan kepada Ferdi cs," kata Ulung di Mapolrestabes, Sabtu (9/5/2020).

Masih dikatakan Ulung, aksi perundungan tersebut direkam menggunakan telepon genggam oleh sesama tahanan. Kemudian, video tersebut disebarkan melalui media sosial.

"Handphone sendiri sudah kami amankan, dan kami juga sudah lakukan pemeriksaan terhadap penjaga tahanan. Sampai Kasat Tahti kami periksa untuk mempertanggung jawabkan kejadian ini," terang Ulung.

Masuknya telepon genggam ke dalam ruang tahanan, lanjut Ulung, berasal dari luar dengan cara disembunyikan di dalam makanan. Menurut dia, selama ini Rutan Polrestabes Bandung tidak menerima kunjungan selama pandemi covid-19 kecuali makanan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X