Jadi Korban Penipuan, Pasutri Lansia Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah

- 22 Mei 2020, 15:41 WIB

PASANGAN suami istri lanjut usia (pasutri lansia), Unus (81) dan Ilah (75), warga Kampung Bojong Haleuang, Desa Bojong Haleuang, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban penipuan.

Akibat aksi kejahatan tersebut, mereka mengalami kerugian materil total sebesar Rp 130 juta, dengan rincian uang tunai senilai Rp 120 juta, dan perhiasan emas senilai Rp 10 juta yang dipakai korban. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk beribadah umrah.

Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi akhirnya berhasil menangkap tiga orang tersangka penipuan tersebut. Ketiganya yaitu Abeng Saputra (48) warga Sindangasih Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Neng Iis Suryani alias Iis (40) warga Kampung/Desa Nagrak Kecamatan/Kabupaten Cianjur, dan Dedi Mulyadi (40) warga Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

Wakapolres Cimahi, Kompol Widi Setiawan mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada 19 Februari 2020 di Bank BRI Unit Ciburuy Padalarang KBB. Berawal saat korban sedang mengambil uang sebesar Rp 20 juta. Para pelaku sudah mengincar korban sejak saat masuk ke bank.

"Setelah korban keluar dari bank, ketiga tersangka ini membagi tugas, yang pertama bertugas menanyakan kepada korban, tersangka kedua bertugas untuk meyakinkan korban, tersangka ketiga bertugas sebagai driver," ungkap Widi di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi, Jumat (22/5/2020).

Menurut Widi, saat korban keluar dari bank tersangka Abeng pura-pura menanyakan alamat sebuah pesantren untuk menyumbang. Kemudian tersangka Iis pura-pura melintas, dan mengaku mengetahui alamat pesantren tersebut.

Kemudian Iis mengajak korban dan tersangka Abeng untuk ikut bersama didalam mobilnya yang sedang dikemudikan oleh tersangka Dedi.

"Kemudian didalam mobil, tersangka Abeng mengaku berasal dari Singapura dan ingin menukar uang dolar menjadi rupiah, lalu tersangka Iis berpura-pura tertarik untuk juga menukarkan uang rupiah miliknya untuk investasi karena akan menguntungkan," terang Widi.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X