Gitar Bas Bambu Milik IBC Raib Digondol Maling

- 27 Mei 2020, 11:52 WIB

GITAR bas bambu milik Indonesian Bamboo Community (IBC) yang disimpan di galeri IBC Cimahi, Jalan Melong Asih No 23, Kota Cimahi raib digondol maling. Alat musik berbahan baku bambu ini tergolong istimewa karena hanya ada dua di dunia, satunya lagi di Malaysia.

"Karena langka dan unik jadi akan sulit kalau mau dimainkan apalagi sampai di panggung terbuka. Pasti akan ketahuan bahwa alat musik tersebut milik saya," kata Ketua IBC Adang Muhidin di Batujajar, Rabu (27/5/2020).

Gitar bas bambu sudah ada yang menawar seharga 700 Euro. Namun tak dijualnya karena memiliki keistimewaan, salah satunya sudah dibawa keliling dunia mengikuti beberbagai ajang pameran.

"Di salah satu pameran ada pengunjung yang sampai menawar 700 Euro. Sebuah penilaian cukup tinggi dari sebuah karya anak bangsa," ucapnya.

Aksi pencurian itu terjadi menjelang Idulfitri lalu, beberapa barang yang tersimpan di galeri hilang, seperti gitar bambu, bas bambu, mixer dan amplifier.

"Galery di Cimahi biasa dijaga teman-teman, sementara di Batujajar saya yang jaga. Pada saat kejadian sekitar pukul 04.00 WIB, kakak ipar yang kebetulan melihat lampu studio masih menyala dan pintu dalam keadaan terbuka. Biasanya ada yang jaga, makanya sempat dipanggil-panggil oleh kakak ipar namun tidak ada jawaban. Malah terdengar seperti ada orang yang lari," paparnya.

Selama pandemi Covid-19 ini, seluruh alat musik dan hasil kerajinan berbahan baku bambu buatan perajin asal Kabupaten Bandung Barat tersimpan di galeri yang ada di Batujajar dan Cimahi. Harusnya gitar bas bambu itu akan ditampilkan pada sejumlah ajang pameran internasional namun dibatalkan.

Pembatalan pertama event 1st Asian Music Bamboo Meet di Kuching Malaysia dibatalkan oleh Pemerintah Malaysia awal Maret lalu.

Kemudian Frankfurt Musikmesse yang mestinya berlangsung dari tanggal 1-4 April 2020 dimundurkan sampai batas waktu yang belum ditentukan dan banyak even-event promosi lainnya di dalam negeri.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X