Kepala Sekolah Kutuk Keras Perbuatan Cabul EP Terhadap Siswanya

- 27 Mei 2020, 17:00 WIB

PIHAK sekolah tempat korban pencabulan oleh oknum guru madrasah di Kecamatan Soreang, Kab. Bandung, mengutuk keras perbuatan tersangka EP (36) dan berharap ia bisa diberi hukuman setimpal.

Terlebih tersangka selama ini bersembunyi dibalik kedok statusnya sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan seringkali menjadi imam salat berjamaah dan penceramah bagi para siswa.

Kepala Sekolah berinisial O menegaskan, pihaknya juga yang sebenarnya pertama kali menguak kasus tersebut.

"Kami melihat korban terlihat berbeda, lebih murung ketimbang biasanya sejak beberapa bulan terakhir," ujar O saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (27/5/2020).

Menurut O, korban memang sebenarnya bersifat lebih tertutup ketimbang siswa yang lain. Sifat itu dimaklumi oleh O karena korban mengalami trauma akibat perceraian orang tua.

Menurutnya, hal itu membuat korban enggan bercerita kepada siapapun tentang hal yang sebenarnya telah ia alami sejak empat tahun terakhir. Tidak terkecuali kepada kedua orang tuanya yang sudah berpisah.

Meskipun demikian, ia secara pribadi terus berusaha untuk membujuk korban agar mau bercerita. Setelah tiga kali diajak berdialog, akhirnya korban pun mau menceritakan kisah pilu yang ia alami.

"Setelah korban mau bercerita, akhirnya kami melapor ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Kabupaten Bandung. Dari sana korban disarankan untuk membuat laporan ke polisi," katanya.

Namun lanjut O, proses pelaporan ke polisi sempat terkendala karena pelapor harus didampingi oleh orang tua, bukan pihak sekolah. Akhirnya pihak sekolah bisa meyakinkan ibu dan ayah korban yang dipanggil secara terpisah, untuk mendampingi anak mereka membuat laporan polisi.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X