YouTuber Ferdian Paleka Bebas, Kuasa Hukum Apresiasi Kinerja Penyidik

- 4 Juni 2020, 16:56 WIB

YOUTUBER Ferdian Paleka dan dua rekannya, M. Aidil dan Tubagus Fahddinar sudah dibebaskan dari tahanan setelah para korban mencabut laporannya. Sebelumnya, mereka ditetapkan sebagai tersangka terkat aksi "prank" pemberian bantuan sembako sampah kepada transpuan.

Kuasa hukum Ferdian dan kawan-kawan, Rohman Hidayat mengapresiasi kerja penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung yang sudah mengabulkan permohonan pembebasan Ferdian.

"Kasusnya sudah selesai. Pelapor dengan tersangka sudah ada perdamaian. Kasus hukumnya berhenti. Kasusnya dihentikan karena perdamaian, dan pelapor telah mencabut laporannya," jelas Rohman di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Kamis (4/6/2020).

Ia juga mengucapkan terima kasih untuk para korban prank Ferdian yang direkam video dan diunggah di YouTube yang sudah berbesar hati menerima perdamaian. Perdamaian itu terjadi setelah orang tua Ferdian dan kawan-kawan mendatangi para pelapor.

"Terima kasih untuk teman-teman transpuan Kota Bandung yang sudah bersedia cabut laporan, berdamai dengan tersangka. Kami apresiasi setinggi-tinginya. Kami jiga apresiasi ke Kapolrestabes Bandung, kasatreskrim dan para penyidik," ujar Rohman,

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri membenarkan bebasnya Ferdian cs. Menurut Galih, korban mencabut laporannya pada pekan lalu. Hal itu menjadi dasar polisi untuk membebaskan para tahanan.

"Dasarnya yang pasti adalah pencabutan aduan dan laporan dari korban pada kami yang kita terima satu Minggu yang lalu, itu menjadi dasar kita untuk mengeluarkan para tahanan," terang Galih.

Masih dikatakan Galih, seperti diketahui bersama untuk kasus ITE ini pihaknya menerapkan pasal 45 ayat 3. "Yang kita sangkakan adalah masuk ke dalam delik aduan, jadi itu menjadi dasar kita," katanya.

Dengan adanya pencabutan laporan tersebut, Galih memastikan, perkara yang menjerat Ferdian Paleka dan dua rekannya dihentikan. Dia tak menjelaskan secara rinci alasan para korban mencabut laporannya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X