Kapolri Nyatakan Anggota Polisi Terlibat Kasus Narkoba Harus Dihukum Mati

- 2 Juli 2020, 15:03 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis /net


GALAMEDIA - Kapolri Jenderal Idham Azis menilai anggota polisi yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba seharusnya mendapat hukuman mati. Sehubungan hal itu pria berusia 57 tahun ini meminta anggotanya menghindari hal tersebut.

"Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum, seperti itu," kata Idham dalam acara pemusnahan narkoba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Idham juga mengingatkan kepada seluruh Direktur Narkoba di tiap Polda untuk benar-benar memastikan pengamanan barang bukti narkoba dilakukan dengan baik.

Baca Juga: Inter Milan Musim Depan Pakai Jersey Buatan Anak Indonesia

Selain itu, lanjutnya, pemusnahan barang bukti narkoba juga harus dilakukan sesegera mungkin. Hal ini dianggap penting agar menghindari potensi bahaya dari dua sisi.

"Dari orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri. Kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah, pegang segenggam bisa melihara," ucap Idham.

"Saya kalau ngomong ini banyak tidak suka, karena saya terlalu berterus terang. Tapi begitu, Presiden kemarin sudah perintah kita harus reformasi total," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Idham turut memimpin acara pemusnahan barang bukti narkoba berupa 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi dan 410 ganja.

Baca Juga: Pemilik Ribuan Gerai Pizza Hut dan Ratusan Wendy's Ajukan Pailit

Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional dari Iran-Pakistan-Tiongkok-Aceh-Jakarta pada priode Mei hingga Juni 2020 oleh Satgas Merah Putih Polri.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X