Bersama Belasan Orang Lain, Bupati Kutai Timur Ismunandar Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap

- 3 Juli 2020, 22:19 WIB
Pimpinan KPK memperlihatkan barang bukti terkait OTT Bupati Kutai Timur Ismunandar. /


GALAMEDIA - Bupati Kutai Timur, Ismunandar ditetapak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dalam bentuk penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Kabupaten Kutai Timur tahun 2019-2020

"KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, pertama sebagai penerima masing-masing ISM selaku bupati, EU ketua DPRD, MUS selaku Kepala Bapenda, SUR selaku Kepala BPKAD, ASW Kepala Dinas PU. Sebagai pemberi, AM selaku rekanan dan JA selaku rekanan," ujar Wakil Ketua KPK Pomolango dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7/2020) malam.

Baca Juga: RSUD Bung Karno jadi Pusat Pengobatan Tradisional Berbasis Obat Herbal

Dalam perkara ini, tersangka yang menerima suap akan dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1KUHP.

KPK di kasus ini menangkap 15 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Kutai Timur, Ismunandar. Mereka ditangkap di lokasi berbeda yakni DKI Jakarta, Kutai Timur dan Samarinda.

Baca Juga: Sampai Bulan Agustus 2020, Tiga Pulau di Indonesia Bakal Rasakan Suhu Udara Lebih Dingin

Operasi senyap itu diawali dari aksi tim penindakan KPK yang menangkap Ismunandar di Jakarta, Kamis (2/7/2020) malam. Dalam operasi senyap ini, lembaga antirasuah juga menangkap istri Ismunandar, Ence UR Firgasih yang juga ketua DPRD Kutai Timur.

Ismunandar merupakan politikus Partai NasDem. Sedangkan Ence adalah politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain suami istri itu, tim penindakan KPK juga mencokok Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur.***

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X