Merusak Mobil karena Kesal, Satryo Terpaksa Berurusan dengan Hukum dan Terancam Penjara

- 11 Agustus 2020, 17:00 WIB
Jalannya sidang. (Foto: Lucky M. Lukman/Galamedia) /

GALAMEDIA - Muhammad Satryo Prawindra terpaksa harus berhadapan dengan meja hijau. Warga Kota Cimahi ini didakwa telah melakukan perusakan terhadap kendaraan milik korban Susilawati.

Satryo pun menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung, Jln. L. L. R. E Martadinata,  Kota Bandung,  Selasa, 11 Agustus 2020. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sulistio, Satryo didakwa melanggar Pasal 406 ayat (1) KUHPidana.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Bandung, Melur Kimaharandika dalam dakwaannya mengungkapkan, perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa Satryo terjadi pada 9 Februari 2019 sekitar pukul 18.30 WIB di antara halaman parkir Kafe Juice For You dan tempat spa Lemon Grass,  di Jalan Sawung Galing, Kota Bandung.

Baca Juga: Sisa Pembakaran Bangsa Babilonia di Yerusalem 586 SM Mungkin Jadi Kunci Untuk Lindungi Planet

Peristiwa bermula saat kendaraan Nissan Livina milik korban Susilawati menghalangi kendaraan CRV terdakwa Satryo. Sehingga terdakwa tidak bisa mengeluarkan kendaraannya dari area parkir itu.

Terdakwa saat itu tengah terburu-buru untuk menghadiri sebuah pameran di Mal Parisj van Java. Ia kemudian meminta bantuan juru parkir dan dua temannya untuk mencari pemilik mobil Nissan Livina yang menghalangi.

Setelah mencari lebih dari 1 jam, datanglah teman korban ke mobil untuk mengambil mukena. Saat itu terdakwa yang sudah merasa sangat kesal karena terlalu lama menunggu lalu memarahi teman korban. Adu milut pun sempat terjadi.

Baca Juga: Bangunan Kuno Batu Bata Bersusun Ditemukan di Proyek Pembangunan Stasiun Utama Bekasi

Kemudian, teman korban memindahkan mobil korban ke area parkir lain, di antara Kafe Juice For You dan tempat spa Lemon Grass. "Terdakwa kemudian mengeluarkan mobilnya yang semula sempat terhalangi mobil korban," ujar JPU Melur.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X