Terungkap! Sekretaris Ini Sewa Pembunuh Bayaran Rp 150 Juta untuk Habisi Nyawa Bosnya

- 13 Agustus 2020, 14:55 WIB
Reka adegan pembunuhan Hsu Ming-Hu (52), di Perumahan Carribea, Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2020. (pikiran-rakyat.com/Tommi Andyandy) /

GALAMEDIA - Polda Metro Jaya menggelar reka adegan pembunuhan Hsu Ming-Hu (52), di Perumahan Carribea, Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2020.

Dari hasil reka ulang terungkap jika bos roti warga negara Taiwan itu dibunuh oleh sekretaris pribadinya sendiri, yakni Sri Sadewi (37) dengan menyewa pembunuh bayaran.

"Dengan perencanaan, total ada 55 adegan hingga akhirnya korban ini tersungkur tidak berdaya di kamar mandinya," kata Kepala Unit V Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKP Rulian Syahuri usai memimpin rekonstruksi.

Baca Juga: PA 212 Sebut Sebaran Poster Habib Rizieq untuk Melawan Neo PKI

Peristiwa pembunuhan itu menjadi perhatian publik karena korban merupakan pemilik toko roti terkenal di Bekasi. Ironisnya, korban dibunuh oleh sekretaris pribadinya sendiri, Sri Sadewi dengan menyewa pembunuh bayaran.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pembunuhan dilakukan lantaran Sri sakit hati karena korban enggan menikahinya. Padahal mereka berdua kerap berhubungan badan hingga tersangka mengandung anak korban.

Pembunuhan terungkap usai polisi menerima laporan orang hilang yang tidak lain korban Hsu Ming-Hu pada Sabtu, 26 Juli 2020. Beberapa waktu berselang, jenazah korban ditemukan di Sungai Citarum oleh jajaran Kepolisian Resor Subang.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Kemudian penemuan jenazah penuh luka tusukan ini ditelusuri hingga ditemukan motif pembunuhan serta para pelaku. Selain Sri, polisi total menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka yakni IF yang tidak lain merupakan notaris yang jasanya sering digunakan korban.

Lalu tersangka lainnya yakni AF, SY, S, R, dan MS yang merupakan pembunuh bayaran. Hanya saja, tiga nama terakhir masih dalam pengejaran.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X