Penemuan Bayi yang Tewas di Cileunyi, Apakah Terbakar atau Dibakar?

- 14 Agustus 2020, 17:38 WIB
Salah seorang warga tengah menunjukan tempat pembakaran sampah ditemukan sosok bayi yang terbakar /Engkos Kosasih/

GALAMEDIA - Warga Desa Cileunyiwetan, khususnya warga Kampung Panyawungan RT 09/RW 03 Desa Cileunyiwetan, Kecamatam Cileunyi, Kabupaten Bandung geger menyusul ditemukannya bayi sudah meninggal dunia dan dalam kondisi sudah terbakar.

Penemuan bayi di tempat pembakaran sampah depan kolam pemancingan tersebut memunculkan pertanyaan. Apakah terbakar karena ada yang membuang ataukah terbakar saat ada yang membakar sampah.

Hingga Jumat 14 Agustus 2020 penemuan bayi yang nyaris gosong tersebut, masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Cileunyi dan jenazah bayi tersebut sudah berada di RS Sartika Asih untuk diatopsi dan diperiksa jenis kelaminnya.

Baca Juga: Penutupan Gedung Sate Diperpanjang 14 Hari ke Depan, Karyawan Kembali WFH

Bayi malang tersebut ditemukan pada Rabu 12 Agustus lalu sekira pukul 13.00. Orang yang pertama kali melihat bayi sudah terbakar dan gosong adalah Rian (30) dan Acuy (40) warga setempat yang akan memancing.

"Ketika saya lewat waktu itu mau ke pemancingan tercium bau mencurigakan di tempat pembakaran sampah. Setelah diperiksa, ada bayi terbakar nyaris gosong. Yang terlihat utuh hanya kepalanya. Bayi malang itu terbungkus kain sutra warna hitam," kata Rian kepada wartawan, Jumat 14 Agustus 2020.

Menurut Rian, dirinya tak mengetahui apakah bayi malang tersebut sengaja dibuang dan masih hidup atau telah meninggal saat dibuang. Diduga kata Rian, bayi itu terbakar saat Ny. Dede (40) pemilik warung dekat kolam pemancingan yang biasa membakar sampah di tempat itu pagi pagi sekitar pukul 10.00 membakar sampah.

"Benar, sebelum bayi itu ditemukan terbakar, saya pukul 10.00 di tempat pembakaran sampah, dimana bayi itu ditemukan sempat membakar sampah. Saat itu saya tak melihat ada bayi," tutur Ny. Dede.

Baca Juga: Rita : Jika Ada yang Bengkak Usai Divaksin, Itu Hal Wajar dan Akan Hilang Dengan Sendirinya

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X