Polda Jabar Libatkan PPATK, Telusuri Harta Bos WO yang Dilaporkan Menipu dan Lakukan TPPU

- 20 September 2020, 14:30 WIB
Martin Budi Waluya (kiri), bos Weddin Organizer yang dilaporkan menipu hingga miliaran rupiah dan melakukan TPPU. (Foto: Istimewa) /

GALAMEDIA - Bos Wedding Organizer (WO), Martin Budi Waluya dilaporkan ke Polda Jabar karena diduga melakukan penipuan dengan modus investasi.

Martin yang kini mendekam di Rutan Kebonwaru Bandung usai divonis 1,5 tahun dalam kasus lain itu, juga dilaporkan telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hingga miliaran rupiah.

Lalu bagaimana tindaklanjut yang dilakukan pihak Polda Jabar terhadap laporan para korban? Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A Chaniago mengungkapkannya.

Baca Juga: Horor, Anies Baswedan Temukan Ini Saat Datangi Makam Korban Covid-19 di Malam Hari

Menurut Erdi, saat ini Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar tengah menaikkan kasus dari penyelidikan ke penyidikan.

Selain itu, penyidik juga melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut dugaan TPPU yang dilakukan Martin.

"Penyidik sudah meminta bantuan dari PPATK. Untuk kasusnya sudah jadi penyidikan," kata Erdi, saat dihubungi wartawan, Minggu, 20 September 2020.

Meski kasusnya sudah naik menjadi penyidikan, Erdi menyatakan sejauh ini Martin belum jadi tersangka. Pasalnya, lanjut dia, penyidik masih menunggu penelusuran harta yang didapat dari kejahatan oleh Martin.

Baca Juga: China Kepung Taiwan, Xi Jinping Perintahkan Belasan Pesawat Tempur Keluar Kandang

"(PPATK) Untuk syarat mentersangkakan TPPU-nya, (menelurusi) aliran dana. Jadi PPATK sedang menelusuri, sampai sekarang masih ditunggu," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X