Anji Akui Masalahnya Tak Sepele Tapi Memilih Fokus Selesaikan Tugas Besar di Gunung Puntang

- 5 Agustus 2020, 17:34 WIB
ANJI Manji. /Instagram.com/duniamanji

GALAMEDIA - Musisi Anji menjadi sorotan publik berkat video wawancaranya dengan Hadi Pranoto terkait dengan virus corona. Hadi mengklaim diri telah menemukan obat untuk pasien positif corona lewat ramuan herbal Antibodi Covid-19 buatannya.

Pemilik nama lengkap Erdian Aji Prihartanto ini mengunggah video wawancara di kanal YouTube-nya. Namun video akhirnya dibanned. Warganet di media sosial juga menghujat Anji. Pun dengan rekan sesama artis. Terbaru, Anji dan Hadi dilaporkan ke polisi.

Beberapa hari terakhir, Anji beberapa kali menyampaikan klarifikasinya. Namun masih singkat. Pasalnya, ia tengah berada di Gunung Puntang, Banjaran, Kabupaten Bandung. Anji pun menjelaskan kondisi terkini dirinya saat ini lewat akun Instagram pribadinya, @duniamanji.

Baca Juga: Daftar Handphone dengan Harga Bersahabat Tapi Punya Kapasitas Baterai Mumpuni

"KENAPA ANJI DIAM SAJA, padahal mayoritas pemberitaan sekarang sedang tertuju?," begitu tulis Anji memulai caption di postingannya, dikutip Galamedia, Rabu 5 Agustus 2020.

"Sudah sejak 3 minggu lalu saya bersama perwakilan Perhutani Bandung Selatan, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), EO dan sebuah brand merencanakan meeting membahas sebuah rencana besar untuk Gunung Puntang..., sambil kemping beberapa hari," sambung Anji.

Soal tugas besar itu, Anji menyebut ia dan timnya berencana untuk mengembangkan Gunung Puntang sebagai lokasi wisata dan kemping premium.

Baca Juga: Meski Sering Disosialisasikan, Banyak ASN di Kabupaten Tasikmalaya Tidak Kenakan Masker

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

• [cerita] KENAPA ANJI DIAM SAJA, padahal mayoritas pemberitaan sekarang sedang tertuju? Sudah sejak 3 minggu lalu saya bersama perwakilan Perhutani Bandung Selatan, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), EO dan sebuah brand merencanakan meeting membahas sebuah rencana besar untuk Gunung Puntang..., sambil kemping beberapa hari. Karena mau mengembangkan tempat ini menjadi Premium Camping Ground, saya perlu merasakan ada di sana selama beberapa hari, lalu mencatat hal-hal yang perlu dipertahankan dan ditambahkan. Toilet yang bersih, sebuah keharusan. Saya juga melihat lahan potensial mulai hutan rimba hingga sumber air dan irigasi yang sistemnya dirancang oleh Belanda saat membangun Radio Malabar. Tentang aktivitas di Puntang kini hingga nanti, akan saya jelaskan terus menerus ke depan dengan hestek #AnjiPuntang . Kegiatan kami sekalian berbarengan dengan kegiatan Bebersih Puntang bersama ratusan anak muda pecinta alam yang tergabung dari belasan komunitas. Apa yang sedang terjadi sekarang, bukanlah sebuah permasalahan sepele. Harus disikapi dengan benar. Jadi saya memilih untuk fokus menyelesaikan tugas saya di Gunung Puntang bersama Sahabat-sahabat dan sedikit bersentuhan dengan media sosial. Walaupun ada tim saya yang mencatat apa saja yang sedang terjadi. Di IG, FB, YT, Twitter (katanya di sini paling gawat) juga pemberitaan media online/TV. • Maaf banyak chat WA penyemangat yang belum terbaca atau terbalas. • Maaf buat semua Teman media yang saya belum bisa memenuhi undangan interview. • Maaf buat DM penyemangat atau penghujat yang belum terbaca. Malam nanti saya sampai rumah. Dan mungkin dalam 2 hari ini saya akan memberikan penjelasan lengkap atas apa yang Teman-teman pertanyakan. Terima kasih Kang @tedysumarto , Kang @chevy.mochtar, Kang @rahmatmulyana462 , Abah @onilpuntang , Kang @hamd0312 , Tim @atap_promotions dan semuanya yang menjadi teman diskusi juga main gaple. Bagaimana keadaan saya? Saya baik-baik saja. Kapan lagi ke Puntang? Palingan beberapa hari lagi. Itu cerita singkatnya. Terima kasih sudah membaca. ;)

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X