Salah Besar Berdoa Minta Kesabaran, Karena Sejatinya Minta Diberi Musibah, Ini Seharusnya

- 22 Januari 2021, 09:39 WIB
Ilustrasi berdoa /Pixabay /Gerd Altmann

GALAMEDIA - Doa adalah senjatanya orang muslim. Segala sesuatu yang diinginkan seorang hamba memang sebaiknya diminta kepada Allah melalui doa, apalagi sesuatu itu dianggap baik.

Sebab itu, ada banyak hal yang diminta manusia dari Tuhannya. Tetapi kadang permintaan seorang hamba itu tidak tepat, bahkan bisa dibilang konyol. Salah satu contohnya adalah berdoa meminta kesabaran.

Baca Juga: Asmaul Husna: Dzikir Pagi dengan Nama Allah yang Maha Indah: Al Malik, Al Quddus, As Salam

Seperti dikutip galamedia dari laman nu.or.id, banyak orang yang berdoa meminta kesabaran dengan tujuan agar menjadi pribadi yang kuat menghadapi musibah.

Sepintas, berdoa meminta sabar ini baik sebab kesabaran memang hal yang mulia. Dalam sebuah hadits sahih, Rasulullah bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الصَّبْرُ نِصْفُ الْإِيمَانِ، وَالْيَقِينُ الْإِيمَانُ كُلُّهُ
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kesabaran adalah separuh dari iman dan yakin adalah keseluruhan iman.” (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Imân)
Meskipun kesabaran bernilai separuh dari iman sehingga keberadaannya teramat sangat penting, namun berdoa meminta kesabaran sebenarnya justru tidak baik.

Baca Juga: Alquran Surat Ad Dhuha, Arab, Latin, dan Terjemahnya, Yuk Tingkatkan Tadarus Alqurannya

Mengapa demikian? Karena meminta sabar atas musibah sama saja dengan meminta musibahnya terus terjadi. Dalam sebuah hadits disebutkan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ وَهُوَ يُصَلِّي وَهُوَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الصَّبْرَ. قَالَ: سَأَلْتَ الْبَلَاءَ فَسَلِ اللَّهَ الْعَافِيَةَ
“Sesungguhnya Rasulullah mendatangi seorang lelaki yang sedang shalat. Lelaki itu berdoa dalam shalatnya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kesabaran kepada-Mu”. Rasulullah bersabda: “Engkau telah meminta musibah, maka mintalah kepada Allah keselamatan.” (HR. Ahmad)

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X