Pandemi Covid-19 Dorong Transformasi Digital di Desa

- 25 Juli 2021, 14:19 WIB
Implementasi Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom memberi dukungan perangkat desa pada lima titik percontohan desa di empat provinsi di Indonesia.
Implementasi Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom memberi dukungan perangkat desa pada lima titik percontohan desa di empat provinsi di Indonesia. /PT Telkom/



GALAMEDIA - Implementasi Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom memberi dukungan perangkat desa pada lima titik percontohan desa di empat provinsi di Indonesia.

Lima titik tersebut adalah Desa Pangandaran (Kabupaten Pangandaran, Jabar), Desa Palasari (Kabupaten Subang, Jabar), Desa Sambirejo (Kabupaten Sleman, Yogya), Desa Ranupani (Kabupaten Lumajang, Jatim), dan Desa Kemuning (Kabupaten Karanganyar, Jateng).

Implementasi SVN dimulai di Desa Pangandaran dan Desa Kemuning per 1 Oktober 2020 sementara sisa desa lainnya sejak 1 Januari 2021.

Baca Juga: CCEP Indonesia Bagikan 145 Hewan Kurban Pada Idul Adha 1442 Hijriah Lalu

Jaja Sudiana, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran mengatakan, implementasi SVN di desa dilakukan saat masa pandemi per 1 Oktober 2020 lalu.

Situasi itu pas dengan situasi sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat guna membatasi penularan Covid-19.

"Kami punya 16 orang staff desa, namun setelah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, red), hanya tiga orang yang bisa bertugas tiap hari sementara masyarakat butuh pelayanan," katanya.

Baca Juga: Diminta Puji Keberhasilan Pemerintahan Jokowi, Said Didu: Apa Karya yang Layak Dipuji?

"Aplikasi SVN seperti simpeldesa membuat masyarakat tetap bisa mengurus surat dari smartphone di rumahnya sementara kantor desa berjalan aman tidak ada kerumunan antrian," imbuhnya.

Menurutnya, mengatur tiga petugas yang bertugas sedemikian rupa sehingga tiap hari tetap ada yang bisa operasikan aplikasi di komputer personal milik desa.

Hal ini tergambarkan dari proses digitalisasi layanan desa, yang mana tercatat pemprosesan 1.155 surat, 96 informasi, 7 laporan, dan 68 berita dari 903 warga pengguna aktif aplikasi tersebut.

Baca Juga: Meme SBY Penggerak Demo Ramai, Panca Buka Suara Soal SBY 3 Periode: Pak SBY Itu Orang Taat Konstitusi

Jaja menambahkan, selain antrian panjang masyarakat yang membahayakan pandemi sudah tidak ada lagi, SVN juga memberikan kebanggaan tersendiri karena Desa Pangandaran satu tingkat lebih baik dari desa lainnya.

"Untuk itu, kami sudah berencana anggarkan Rp300 juta dari APBD 2021 untuk peningkatan layanan Smart Village ini," katanya.

"Kami ingin bangun Smart Pole, ada banyak CCTV sehingga bisa lakukan pengawasan lingkungan, mantau kemacetan, dan lakukan perbaikan-perbaikan layanan ke masyarakat," tambahnya.

Sejumlah layanan SVN lain seperti e-Posyandu dan eMonev juga sudah coba digunakan di desanya.

Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka, Salah Satu Orang Dekat Inul Daratista Meninggal Dunia: Selamat Jalan...

Akan tetapi, keterbatasan pandemi dan sumber daya manusia, membuat keduanya masih belum seoptimal layanan seperti simpeldesa.

Di Desa Pangandaran, sambung dia, capaian yang menguntungkan pemerintah desa dicapai melalui digitalisasi UMKM melalui iKAS (kasir digital) serta Elok (Elektronik Loket) Desa.

Per Juni 2021, IKAS sebagai solusi pencatatan transaksi UMKM (Point of Sales/POS) telah mencatat transaksi UMKM sebesar Rp800 juta lebih. 

Menurut dia, dengan total 11,2 ribu penduduk yang separuhnya adalah pengusaha jasa pariwisata dan nelayan, maka aplikasi digital tersebut memudahkan keseharian mereka.

Baca Juga: Bosan di Rumah? Berikut 6 Film Terbaik Netflix Untuk Temani Hari-hari Kamu

Itupun dengan total pengguna relatif belum banyak dibandingkan potensinya namun sudah terasa manfaatnya.
 
SVN adalah turunan program Smart City Nusantara PT Telkom pada level desa. Smart Village Nusantara mengadopsi pendekatan smart city yang disesuaikan kondisi desa.

Program ini berusaha menciptakan desa mandiri digital dengan menghubungkan setiap entitas desa ke ekosistem digital guna meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah dan kualitas hidup masyarakat pedesaan.***

Editor: Brilliant Awal


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah