157 Warga Tewas Timbun Longsoran Sampah TPA Leuwigajah, Tragedi 21 Februari 2005

- 21 Februari 2022, 14:49 WIB
Ilustrasi sampah.//Instagram @hasanridwansip
Ilustrasi sampah.//Instagram @hasanridwansip /

GALAMEDIA - Tepat tujuh belas tahun yang lalu, yaitu hari Senin, 21 Februari 2005 lebih dari seratus warga tertimbun sampah di Leuwigajah, Kota Cimahi sekitar pukul 02.00 WIB.

Diawali suara ledakan yang diduga  dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah.

Dikutip dari berbagai sumber, tak hanya ledakan saja, saat itu disusul dengan longsoran sampah juga yang akhirnya menyapu puluhan permukiman sekitar disaat warga sedang tertidur lelap.

Baca Juga: Ingin Beramal Saat Meninggal, 5 Seleb Ini Donorkan Organ Tubuh

Puluhan rumah itu berada di Kampung Cilimus dan Kampung Gunung Aki, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung serta Kampung Pojok, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Permukiman yang terkena longsoran sampah terseret hingga 1 kilometer jauhnya.

Permukiman Kampung Cilimus dan Kampung Pojok sendiri memiliki jarak yang cukup dekat dengan TPA Leuwigajah, yaitu sekitar 1 km.

Sontak permukiman tersebut langsung tertimbun sampah dan telah menewaskan 157 jiwa.

Baca Juga: JHT Ditahan Beban Rakyat di Masa Pandemi Kian Berat, dr. Eva Ingatkan Ida Fauziyah: Manusiawi Nda..?

Gunungan sampah yang ada di TPA Leuwigajah itu memiliki panjang sekitar 200 meter dengan tinggi 50-70 meter.

Saat itu gunungan sampah diduga goyah setelah diguyur hujan yang cukup deras selama dua malam.

Tak hanya itu saja, diduga hal tersebut terjadi karena adanya konsentrasi gas metan dari dalam tumpukan sampah, yang akhirnya menjadi penyebab tragedi tersebut.

Hal tersebut juga yang diduga menyebabkan munculnya suara ledakan yang cukup keras seperti bom.

Baca Juga: Dibintangi Tom Holland, Uncharted Puncaki Box Office Amerika Raup Rp 633 Miliar di Pekan Pertama

Setelah peristiwa ledakan TPA Leuwigajah itu terjadi, akhirnya kawasan Bandung Raya tak lagi memiliki TPA.

Karena salah satu yang sangat terdampak dengan tak adanya TPA di kawasan Bandung Raya merupakan Kota Bandung.

Karena Kota Bandung sendiri adalah salah satu daerah yang memiliki jumlah terbesar pembuangan sampah ke TPA Leuwigajah.

Oleh karena itu, sampah di Kota Bandung sempat menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga tak lagi mampu menampung.

Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah Klaim Pemerintah Rela Sengsarakan Diri demi Pekerja, Politisi Demokrat: Makin Ngaco!

Kemudian berbagai penjuru Kota Bandung pun dipenuhi sampah hingga terlihat kotor dan jorok, bau pun menyerbak kemana-mana.

Terkait dengan adanya keadaan yang seperti ini, Kota Bandung pun sempat disebut sebagai "Bandung Lautan Sampah".

Nama besar Kota Kembang ini menjadi buruk, padahal sebelumnya dikenal sebagai kota yang dingin, bersih, dan indah.

Akhirnya peristiwa itu pun kembali normal ketika pemerintah membuka TPA Sarimukti.

Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah Klaim Pemerintah Rela Sengsarakan Diri demi Pekerja, Politisi Demokrat: Makin Ngaco!

Setelah peristiwa itu terjadi, akhirnya setiap tanggal 21 Februari dijadikan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional untuk mengenang dan mengingatkan setiap masyarakat akan kejadian itu.

Lalu Kota Bandung pun mulai melakukan pengelolaan sampah dengan membedakan tempatnya sesuai dengan jenis sampahnya.

Nah, saat ini sudah saatnya kita sebagai warga Kota Bandung untuk terus menerapkan pengelolaan sampah yang baik, karena bukan hal yang mustahil jika tragedi tersebut akan terulang kembali.***

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Berbagai Sumber


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x