Komunitas Wayang Ajen Peringati Hari Wayang Dunia di Sukamelang Subang

- 7 November 2019, 17:54 WIB

SEJAK ditetapkan dalam daftar Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003, Wayang resmi menjadi warisan budaya yang diakui dunia. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang.

Penetapan Hari Wayang merupakan bagian dari upaya transformasi nilai-nilai luhur kehidupan yang tersirat dalam seni pewayangan. Oleh karena itu, Hari Wayang tidak boleh dimaknai secara seremonial di panggung megah saja. Tetapi bisa juga dinikmati oleh kalangan masyarakat umum.

Dede Ridwan selaku Ketua Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang, melihat bahwa Wayang yang telah ditetapkan oleh UNESCO itu sebagai aset budaya Indonesia.

"Ruhnya harus terus hidup mengakar di masyarakat. Maka pada tanggal 9 November 2019 kami bermaksud menggelar peringatan Hari Wayang Dunia yang bertajuk "Ngarajah Wayang" di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat mulai pukul 12.10 - 22.30 WIB," papar Dede Ridwan, Kamis (7/11/2019).

Kegiatannya akan diisi oleh berbagai aktivitas yang menghubungkan masyarakat dengan Wayang. Seperti Workshop Wayang untuk pelajar Sekolah Dasar, Gemar Wayang.

"Kegiatannya berupa aktivitas generasi muda berdialog dan memainkan wayang golek ditemani Dalang Cilik Aming Ajen dari Pandeglang dan Dalang Bubun Subandara Ajen dari Karawang," ujar Dede didampingi Deden Ndog selaku wakil ketua.

Nanu Munajar selaku praktisi seni pertunjukan rakyat Jawa Barat sekaligus Dosen pengajar seni di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menuturkan, acara digelar dengan nuansa alami dengan konsep pemaduan seni di alam terbuka karena kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Makanya disajikan juga seni musik religi, pusi Sufi dan Tausiah.

Dilanjutkan bertukar tangkap gagasan mengenai Wayang dalam bentuk diskusi terbuka, atau Ngadu Bako. Selain itu akan disajikan pula Show Case Wayang Laptop oleh ananda Widodo Jayakusumah dari SMK Kesenian Subang. Lalu ditutup oleh pagelaran Wayang Kreasi berupa Wayang Catur oleh Mang Ayi Maestro Pantun Subang.

Hadir pula Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen (NBWGA) Priangan Timur dibawah asuhan Ki Dalang Atep Ajen. Mereka akan menampilkan helaran kostum karakter dan wayang. Helaran wayang lahir dari proses kreatif budaya dengan bertema dasar motif wayang dan kujang, sebagai maha karya budaya peninggalan sejarah Tatar Pasundan, yang dikolaborasikan dengan tema pewayangan, khususnya wayang ajen. Jadi, semua motif ornamen fashionnya berbentuk dasar kujang pasundan dan wayang, ujar Atep.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X