Diguyur Rp 32 Miliar, Wisata Muaragembong Bekasi Dikembangkan

- 8 November 2019, 09:12 WIB
ANAK-anak bermain di ekowisata mangrove di Kecamatan Muara gembong Kabupaten Bekasi. Anggaran Rp 32 miliar disiapkan untuk mengembangkan potensi wisata di Muaragembong pada 2020 mendatang.* /Tommi Andryandy/PR

POTENSI wisata alam di sejumlah pantai di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi akhirnya bakal dikembangkan. Hal itu setelah Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima anggaran Rp32 miliar untuk merevitalisasi pantai yang disebut salah satu yang terbaik di sisi utara Jawa ini.

Kepala Bidang Destinasi Wisata di Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Bramantio Soewarno mengatakan, anggaran tersebut merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jumlah itu boleh jadi bertambah, karena belum termasuk anggaran yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Tentu dengan anggaran yang mencukupi, pengembangan wisatanya dapat lebih leluasa. Bakal ada banyak potensi yang dikembangkan khusus di Muaragembong. Perencanaannya telah disiapkan dan akan mulai direalisasikan pada 2020 ini,” ucapnya kepada wartawan PR, Tommi Andryandy.

Seperti diketahui, wisata pantai di Muaragembong menjadi salah satu yang dibanggakan di Kabupaten Bekasi. Hanya saja, meski memiliki potensi wisata yang tinggi, namun pengelolaan daerah utara ini tidak maksimal.

Selain lokasinya yang terbilang jauh dari pusat kota di Cikarang, wisatawan kerap kesulitan menjangkau Muaragembong karena minimnya informasi. Selain itu, sarana dan prasarana penunjang wisatawan pun terbilang minim. Seperti minimnya spot berfoto, padahal telah dokumentasi menjadi hal mendasar berwisata, kemudian sulitnya menemukan penginapan, apalagi hotel.

Padahal, Muaragembong merupakan lokasi yang kerap mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Bekasi. Dari sedikitnya 5-6 kali kunjungan ke Kabupaten Bekasi, tiga di antaranya datang ke Muaragembong.

“Maka dari itu, melalui anggaran yang cukup akan dibuat jauh lebih baik. Wisatawan pun akan nyaman mengunjungi Muaragembong,” katanya.

Menurutnya, anggaran tersebut dialokasikan untuk penataan sarana pendukung pariwisata di Muaragembong seperti untuk pembangunan infrastruktur, pematangan lahan dan pembangunan sarana pendukung pariwisata lainnya.

“Saat ini progres pengembangan sudah selesai dalam pembuatan Detail Engineering Design (DED) dan pelaksanaannya akan dilakukan tahun 2020. Jadi kami sifatnya hanya penerima manfaat saja, karena penganggarannya langsung oleh Pemprov Jabar,” tutur Bramantio.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X