Semangat Inggit Ganarsih di Sekolah Ra'jat

- 9 November 2019, 05:47 WIB
Kegiatan ujian di SR beberapa waktu lalu

GATOT Gunawan Djaya Haryono selalu percaya kalau pemahaman pada sejarah bisa menjadi sarana yang kuat untuk membentuk karakter sebuah generasi. Itu pula yang digenggamnya saat memulai Sekolah Ra'jat Iboe Inggit Garnasih di Lio Genteng, Kota Bandung, dua tahun silam.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SR Iboe Inggit Garnasih menjadi kelas bagi anak-anak Lio Genteng selepas mereka belajar di sekolah formalnya masing-masing. Kelas yang digagas oleh pria kelahiran 7 Juni 1987 itu dibuka secara cuma-cuma setiap Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

"Materi pelajarannya berbeda-beda kalau hari Kamis, saya yang mengajar untuk materi sejarah, Bahasa Belanda dan seni. Kemudian hari Jumat ada materi bantu tugas sekolah, itu diisi oleh sukarelawan dari siswa SMA 4 untuk membantu anak-anak mengerjakan sekolahnya," kata Gatot.

Embrio SR Iboe Inggit Garnasih sebenarnya telah dimulai Gatot cukup lama. Kecintaannya pada seni dan sejarah membuat pria yang berprofesi sebagai penari ini punya banyak visi untuk menggabungkan keduanya dalam satu wadah.

Muncul kemudian kelompok seni tari "Kelompok Anak Rakyat" pada 2014 yang banyak membuat tari berdasarkan peringatan hari kelahiran tokoh seperti Sukarno, Inggit Garnasih, Ir H Juanda, atau Dr. Setiabudhi.

Gatot bersama kawan-kawannya di Lokra juga sempat merilis sebuah koran dengan ejaan Ophuisjen (ejaan yang lazim digunakan saat masa prakemerdekaan atau Indonesia masih Hindia Belanda) bernama Sampoer Merah pada 2017.

"SR Iboe Inggit Garnasih juga lahir dari teman-teman Lokra yang setiap bulan Februari memperingati kelahiran Ibu Inggit, sebagai "Bulan Inggit Garnasih". Dari situ kami mulai menyebarkan semangat Inggit Garnasih lewat SR ini," kata Gatot.

Selain materi sejarah, Bahasa Belanda, dan seni, Gatot bersama kawan-kawan yang kemudian aktif di SR juga memfasilitasi kesukaan anak didiknya di SR Iboe Inggit Garnasih yakni bermain sepak bola.

Namun, lagi-lagi sejarah tak luput dari klubnya. Gatot menamakan kelompok sepakbola anak-anak ini dengan nama Maulwi Saelan Voetbalclub (MSV).

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X