Indonesia Menari, Mendekatkan Masyarakat dengan Tarian Tradisional

- 17 November 2019, 17:11 WIB
Para peserta menari dengan diiringi lagu tradisional yang diaransemen dengan musik bernuansa elektronik modern pada gelaran Indonesia Menari 2019, di 23 Paskal Shoping Center, Jln. HOS Tjokroaminoto, Kota Bandung, Minggu (17/11/2019).

AJANG Indonesia Menari 2019 kembali diselenggarakan di Kota Bandung. Antusiasme warga untuk mengikuti agenda budaya ini terbilang tinggi berdasarkan kuota yang disediakan hanya 1.300 penari, namun yang mendaftar mencapai 2.873 orang.

Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan tarian tradisional Indonesia yang dikemas secara modern. Setelah tahun lalu sukses dilaksanakan secara serempak di Jakarta, Bandung, Solo, dan Semarang, tahun ini Indonesia Menari 2019 semakin meriah dengan adanya penambahan tiga kota baru yaitu Medan, Makassar, dan Palembang.

Program Director www.indonesiakaya.com, Renitasari Adrian mengatakan, Indonesia Menari diharapkan dapat memperkenalkan kembali gerakan tari Indonesia melalui tari massal. Hal ini juga dapat mendekatkan kembali masyarakat dengan budaya Indonesia dengan pengemasan yang lebih menarik, modern, dan kekinian.

"Selama penyelenggaraan Indonesia Menari, kami melihat besarnya antusias masyarakat di berbagai daerah untuk mengikuti kegiatan ini sehingga kami menambah kota penyelenggaraan menjadi 7 kota agar semangat cinta budaya semakin meluas di masyarakat," ujarnya di 23 Paskal, Minggu (17/11/2019).

Ia menyebut, para peserta terdiri dari perorangan, berbagai komunitas generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, sekolah, dan universitas di Indonesia yang bersama-sama menari.

"Kami mendedikasikan satu hari di bulan November untuk pelestarian tari Indonesia melalui Indonesia Menari ini agar tari tradisional Indonesia menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Kami menggandeng para ikon yang menjadi opinion leader para milenial saat ini untuk turut mendorong generasi muda untuk lebih dekat dengan tari Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, karena antusias yang tinggi dari masyarakat namun kuota terbatas, pihaknya juga menyelenggarakan kompetisi Indonesia Menari 2019 secara online. Pendaftaran tersebut tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum, baik bagi para peserta yang ingin mendaftarkan komunitasnya, maupun para peserta yang ingin mendaftar secara perorangan.

"Kami sangat berterima kasih atas atensi masyarakat yang mendaftarkan diri untuk ikut serta namun karena kuota terbatas sehingga ada banyak pendaftar yang masuk dalam daftar tunggu, terutama kelompok-kelompok tari. Karena itu, kami menginisiasi kompetisi Indonesia Menari secara online bagi kelompok yang belum dapat bergabung langsung bersama kami hari ini," tuturnya.

Tidak ada rentang umur bagi peserta, selama masih bisa mengikuti koreografi Indonesia Menari 2019 dengan sempurna. Namun, bagi peserta anak-anak wajib ditemani oleh pendamping.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X