Magis Tanjidor Sedot Perhatian Kalangan Siswa SMP di Bandung

- 19 November 2019, 21:07 WIB

ENTAH magis apa, sehingga puluhan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Bandung ini rela dan nekat bnerjoget di atas panggung diiringi musik Tanjidor di Teater Tertutup Taman Budaya Jabar, Selasa (19/11/2019).

Padahal seperti diketahui bersama, Tanjidor merupakan sebuah grup musik yang sudah masuk katagori buhun alias tua atau uzur. Bayangkan saja, pimpinan Tanjidor Pusaka Grup, Engkong Bekong saat ini berusia 80 tahun. Menurut informasi, para pemain Pusaka Grup asal Kp. Tikungan, Desa Segaraja, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ini merupakan generasi ketiga.

Namun sekalipun para pemain tanjidor sudah berusia uzur, para siswa tetapa saja berjoget dengan ceria. Terlebih lagu Tnajung Perak yang dibawakan sang biduan dengan langgam dangdut.

Siang itu, UPTD Pengelolaan Kebudayaan Jawa Barat menampilkan seni unggulan Tanjidor dari Kabupaten Bekasi. Usai dibuka oleh Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Jawa Barat, Erick Hendriyana mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik, seni tanjidor asal Bekasi ini langsung menyihir para penonton yang kebanyakan kalangan pelajar SMP dan SMA di kawasan Utara Kota Bandung.

Dibuka dengan lagu Mega Mendung sebuah lagu lawas berlanggang keroncong dan lagu Cente Manis berlanggam Betawi yang dibawakan Nulailah cukup membuat suasana agak panas. Namun penampilan Nurlaila ini belum bisa menarik perhatian penonton untuk naik ke atas panggung. Begitu pun dengan penampilan para penyanyi lainnya, walaupun dalam penampilannya sudah dibimbing oleh dua pembawa acara yang kocak, H. Kasir dan Kong Haji.

Namun ketika penyanyi terakhir Sri Fatma Suhartinah yang berusia muda, ternyata mampu menarik perhatian penonton untuk berjoget di atas panggung. Terlebih lagu yang dibawakan berirama dangdut, satu per satu para siswa memberanikan diri berjoget bersama sang biduan.

Ada yang menarik dari penampilan Tanjidor asal Kabupaten Bekasi ini. Celo yang biasa dimainkan dengan cara digesek, tapi kali ini dimainkan dengan cara dipetik dan dijadikan sebagai gendang dan bas. Sementara Engkong Bekong yang menjadi pemimpin nampak asik dengan biolanya. Permainan lelaki bersuia 80 tahun ini cukup memukau para penonton, gesekan biolanya menjadi dirigen setiap lagu yang dimainkan.

***
Kesenian Tanjidor atau sering disebut sebagai kesenian Tanji saja adalah kesenian yang berbentuk orkes. Secara kesejarahan, kesenian tanjidor sudah diperkenalkan sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje dari daerah Citrap atau Citeureup.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X