Berkat BUMDes, Tempat Angker Ini Disulap Jadi Kawasan Wisata Favorit

- 5 Desember 2019, 18:19 WIB
/ist

BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran penting dalam pengelolaan suatu kawasan wisata daerah. Salah satunya agar kawasan wisata bisa berkembamg pesat menjadi tujuan favorit.

Salah satu contohnya adalah BUMDes Guha Bau di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabapaten Pangandaran. BUMDes ini telah berhasil menggeliatkan dan kunjungan wisata Green Canyon.

BUMDes ini mengelola wisata body rafting dan membina beberapa sektor penunjang wisata yang ada di sana. Keberhasilnya terbukti dengan kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 12 ribu pada tahun lalu.

Ketua BUMDes Guha Bau, Teten Sutanto menceritkan, Green Canyon dulu dikenal sebagai tempat angker. Bahkan, banyak warga yang tak berani datang ke sana karena berkembang beragam mitos. Tapi, sejak dibuka untuk wisatawan tahun 1993, secara perlahan imej angker justru hilang.

"Kami hadir membuat wisata di sana naik kelas. Berbagai fasilitas ditata dengan apik, termasuk menghadirkan body rafting yang jadi unggulan wisata. Selain itu, jelas pengunjung bisa menikmati keindahan Green Canyon dengan menggunakan perahu," kata Teten saat ditemui di Bandung, Kamis (5/12/2019).

Selain membuat wisatawan terfasilitasi untuk berwisata, kehadiran BUMDes Guha Bau juga memberikan manfaat bagi warga setempat. Pasalnya, banyak warga setempat yang diberdayakan untuk wisata body rafting. Perputaran uang khusus untuk body rafting saja mencapai Rp 2 miliar dalam setahun dan hasilnya dinikmati warga.

"Setelah adanya BUMDes, body rafting di sini lebih berkembang, malah sekarang lebih berkembang lagi, terutama dalam pemberdayaan masyarakat," kata Teten.

Untuk tenaga pemandu body rafting misalnya, hampir semuanya warga Desa Kertayasa. Jumlahnya mencapai 107 orang. Belum lagi ada tenaga lain seperti sopir hingga penyedia jasa perahu.

Hal ini kata Teten, membuat warga setempat bisa lebih berdaya di daerah asalnya sendiri. Mereka tak perlu jauh-jauh mencari pekerjaan ke kota yang belum pasti didapatkan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X