Pencak Silat Jadi Mulok dan PJOK SD di Kota Bandung

- 6 Desember 2019, 05:47 WIB
/Retno Heriyanto/PR

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Bandung kembali akan menetapkan Pencak Silat sebagai budaya pada Muatan Lokal (Mulok) Sekolah Dasar dan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Sebagai budaya Pencak Silat sesuai dengan pendidikan karakter terus disempurnakan.

“Sebenarnya pencanangan pencak silat sebagai budaya masuk Mulok di sekolah tingkat SD dan SMP pernah dicanangkan Wali Kota Bandung saat Kang Emil. Namun karena materinya yang belum siap maka harus diperbaharui,” ujar Kepala Seksi Kurikulum Sekolah Dasar, Deni Kurniadi pada kegiatan workshop  pencak silat di Gedung Pusat Pengembangan Kebudayaan Jalan Naripan Bandung, Kamis (12/12/2019).

Deni mengatakan, Disdik Bandung terus mempersiapkan pencak silat kembali masuk ke sekolah-sekolah dasar seperti yang dilakukan pada tahun 1995. Selain sebagai implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan, juga Peraturan Walikota (Perwal) Kota Bandung No 420 Tahun 2016 yang salah satunya tentang Pendidikan Karakter Bandung Masagi.

“Pada tahun 1995 pencak silat sempat masuk Mulok, tapi berupa pencak secara umum atau nasional dan usianya tidak bertahan lama karena minim sosialisasi. Belajar dari program Mulok pencak silat tahun 1995 tersebut, kini untuk materi terus disempurnakan, setelah dirumuskan,  rumusan penca di-FGD-kan dan di-workshop-kan dengan pemateri para sesepuh paguron pencak silat dan juga tokoh materi dapat diterima pengajar di sekolah tanpa melihat gerakan berasal dari aliran mana,” terang Deni.

Terkait dengan pencak silat menjadi Mulok, salah seorang pemateri Asep Gurwawan, menilai Pemkot Bandung melalui Disdik Bandung telah melakukan langkah lebar.

“Program ini harus mendapat apresiasi semua pihak, bukan hanya dari lembaga pendidikan saja, dan bahakan bukan hanya di Kota Bandung saja tapi kabupaten kota di Jawa Barat,” ujar Asep, sesepuh pencaksilat aliran Panglipur yang juga Pembina Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI).

Pewarta PR, Retno Heriyanto mengabarkan, program Pencak Silat Bandung Masagi yang akan dijadikan Muatan Lokal serta Insersi Penca pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) serta ekstra kulikuler, dapat dijadikan penguatan terhadap pencak silat yang sudah masuk dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity (ICH) United Nations Educational, Scientific anda Cutural Organization (UNESCO).

Asep berharap, langkah Disdik Kota Bandung juga diikuti oleh Pemrov Jabar yang sejak pencak silat di daftarkan ke UNESCO tahun 2017 sudah merancang sejumlah program.  

“Selain Kampung Penca yang digagas langsung Kang Emil yang pada waktu (2017) itu menjabat sebagai Wali Kota Bandung, juga kegiatan unggulan Disparbud Jabar  berupa West Java Usik Festival, Ngadu Bako, Temu Pendekar, dan Bandung Lautan Pendekar, alhamdulillah saat ini belum ada satupun yang terealisasi, bahkan kegiatan yang sudah terprogram di Disparbud Jabar maupun Taman Budaya (UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat) baik di tahun 2018 maupun 2019 tidak ada sama sekali,” ujar Abah Asep Gurwawan.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X