Dari Waktu ke Waktu, Ukuran Burung Mengalami Penyusutan

- 7 Desember 2019, 03:52 WIB
/Umich.edu

SEBUAH penelitian menemukan bahwa ukuran tubuh rata-rata burung terus menurun dari waktu ke waktu meski sayap mereka meningkat.

Penelitian itu melibatkan 70.716 burung yang mati dari tahun 1978 hingga 2016 dalam tabrakan selama migrasi musim semi dan gugur di Chicago, Amerika Serikat.

Menurut peneliti, hasil penelitian mengungkapkan bahwa iklim pemanasan menurunkan ukuran spesies burung tertentu di Amerika Utara dan mungkin di seluruh dunia.

Mereka mengutip fenomena yang disebut aturan Bergmann, di mana individu dalam suatu spesies cenderung lebih kecil di daerah yang lebih hangat dan lebih besar di daerah yang lebih dingin.

"Dengan kata lain, perubahan iklim tampaknya mengubah ukuran dan bentuk spesies ini," kata ahli biologi Brian Weeks dari University of Michigan's School for Environment and Sustainability, yang juga penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Ecology Letters, baru-baru ini.

Itu sebagai alasan untuk percaya bahwa spesies dapat menjadi lebih kecil dari waktu ke waktu seiring meningkatnya suhu. Studi ini berfokus pada 52 spesies, kebanyakan burung penyanyi yang didominasi oleh berbagai burung pipit, warbler dan thrush, yang berkembang biak di daerah dingin di Amerika Utara dan menghabiskan musim dingin di Chicago.

Para peneliti mengukur dan menimbang parade burung yang menabrak jendela bangunan dan jatuh ke tanah. Selama empat dekade, ukuran tubuh menurun di semua 52 spesies.

Rata-rata massa tubuh turun 2,6 persen. Panjang tulang kaki turun 2,4 persen. Bentang sayap meningkat sebesar 1,3 persen, memungkinkan spesies untuk terus melakukan migrasi panjang bahkan dengan tubuh yang lebih kecil.

"Secara virtual setiap orang setuju bahwa iklim sedang memanas, tapi contoh-contoh bagaimana hal itu mempengaruhi dunia alami baru sekarang diketahui," tutur Dave Willard, manajer koleksi emeritus di Field Museum di Chicago yang mengukur semua burung.

Halaman:

Editor: H. D. Aditya


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X