Jejak Wisata Belerang di Tangkubanparahu

- 8 Desember 2019, 20:42 WIB

LEGENDA kehidupan Sangkuriang seakan-akan hidup pada saat mata memandang panorama Gunung Tangkubanparahu dari kejauhan. Gunung yang menyerupai sebuah perahu terbalik di kawasan Bandung Utara tersebut, sering dianggap masyarakat Jawa Barat sebagai lambang keangkaramurkaan Sangkuriang terhadap alam yang begitu cepat berganti.

Namun legenda yang terjadi tersebut berlangsung sudah cukup lama. Kini dengan wajahnya yang kadang-kadang samar tertutup kabut, akan nampak suasana lain saat mengunjungi gunung yang menyimpan kawah sangat indah di lerengnya tersebut. Siapa pun yang pernah mengunjungi Gunung Tangkubanparahu, akan menikmati suasana alam yang nyaman dan terasa berbeda dengan suasana kota Bandung sehari-hari.

Dalam banyak hal, memang Gunung Tangkubanparahu menyimpan potensi wisata alam sekaligus wisata pegunungan yang menawarkan nuansa berbeda. Nuansa berbeda ini sudah mulai nampak saat kita memasuki kawasan Lembang yang merupakan kaki dari Gunung Tangkubanparahu. Mulai dari kawasan kaki gunung ini akan terasa udara yang sejuk dan nyaman. Makin ke atas udara dingin akan terasa menusuk tulang.

Jika sudah tiba di puncak Gunung Tangkubanparahu, angin kencang terasa akan menerpa sekujur badan setiap pengunjung. Kencangnya angin yang menerpa tersebut, membuat badan terasa dingin dan kaku. Karenanya jika anda ingin berwisata ke Gunung Tangku­banparahu jangan lupa untuk membawa jaket atau sweater sebagai alat pelindung tubuh. Jika tidak, hampir dapat dipastikan kegia­tan wisata anda tidak akan terasa nyaman.

Dinginnya udara di puncak Gunung Tangkubanparahu ini dikarenakan hampir setiap hari suhu udara rata-rata di kawasan tersebut berkisar antara 7-29 derajat celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 45-95 persen. Wajar saja bila suhu udara di kawasan wisata Tangkubanparahu terasa dingin menusuk pori-pori dan tulang.

Selain itu dengan ketinggian 2.076 meter di atas permukaan laut, kawasan ini dipastikan akan menjadi incaran banyak orang yang membutuhkan udara segar. Suasana di Gunung Tangkubanparahu ini akan terasa jauh berbeda dengan suasana kota Bandung yang akhir-akhir terasa mulai menyengat.

                                                                                                                           Kawasan wisata belerang     

Karakteristik yang dimiliki Gunung Tangkubanparahu ini memang agak berbeda dengan gunung kebanyakan yang ada di Jawa Barat. Perbedaan yang sangat menonjol dari kawasan wisata Gunung Tangku­banparahu ini adalah bau belerangnya yang sangat khas dan menyen­gat hidung.

Memasuki kawasan wisata Gunung Tangkubanparahu yang memiliki 10 kawah tersebut, bau belerang sudah mulai terasa. Makin ke atas lagi hingga sampai ke puncak Gunung Tangkubanparahu, aroma belerang semakin tersebar ke mana-mana. Ke mana pun kita melang­kah, aroma belerang ini terasa menyengat indera penciuman kita.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X