Seniman Tolak Pembangunan Waterboom di Pondok Seni Pangandaran

- 13 Desember 2019, 19:45 WIB

SEJUMLAH seniman Jawa Barat, khususnya dari kawasan Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan Kota Banjar menolak Pondok Seni Pangandaran dijadikan destinasi waterboom. Aksi penolakan para seniman tersebut dilakukan dengan memggelar aksi seni ruatan Tolak Pembangunam Waterboom di Gedung YPK (PPK) jln. Naripan Kota Bandung, Jumat (13/12/2019) petang.

Aksi diawali dengan pembacaan doa dan ruatan penklakan pembangunan waterboom, di taman Braga Bandung. Kemudian dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Memet H Hamdan, Ketua Paguyuban Seni Ronggeng (Paser) Pangandaran Kang Yus, Mas Nanu Munajar, serta sejumlah seniman lainnya.

Pada kesempatan itu, Memet Hamdan secara tegas menolak pembangunan waterboom di area Pondok Seni Pangandaran oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menurut Memet, rencana pembangunan waterboom di Pondok seni sangat tidak mendasar, sekalipun lahan tersebut milik Pemprov Jabar.

"Dulu, saat ditugasi dibangun Pondok Seni anggarannya untuk menghidupkan seni budaya yang ada di kawasan tersebut. Sekarang sudah hidup dan berkembang, eh tahunya akan dibangun waterboom," ujar Memet kepada galamedianews.com.

Memet pun mempertanyakan, rencana membangun waterboom itu masih sebuah gagasan atau sudah menjadi sebuah keputusan? "Kalau masih sebuah gagasan, Ridwan Kamil harus fair, bahwa masyarakat seni budaya tidak mau kehilangan ruang seni budaya yang tinggal satu-satunya di Jabar," terangnya.

Namun jika sudah menjadi sebuah keputusan. lanjut Memet, Ridwan Kamil harus melakukan dialog dengan seniman dan budayawan Jawa Barat. "Kalangan seniman budayawan harus menyampaikan aspirasinya ke gubernur. Mari kita uji kembali keputusan tersebut, kita minta ruang dialog untuk membicarakannya," tambahnya.

Menurut Memet, untuk seorang gubernur sangat mudah mencari lahan di kawasan Pangandaran untuk dibangun sebuah waterboom. Selain itu, gubernur pun bisa mencari alternatif lain jangan hanya bisa meminggirkan suasana seni budaya yang sudah tumbuh di Pangandaran.

"Saya dengan sudah ada intruksi, jika tanggal 25 Desember lahan Pondok Seni harus sudah kosong. Jika benar ada, mana SK-nya. Harusnya gubernur atau bahannya meminmta izin terlebih dahulu ke dewan. Ka begitu aturannya," tandasnya.

Memet pun melihat bahwa ini merupakan sebuah realita, sebuah fakta bahwa seni budaya di Pangandaran tidak mati dan sudah tumbuh berkembang dengan baik dengan adanya pondok seni. "Tapi sekarang ini mau dimatikan dengan dibangun waterboom," ujarnya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X